Kamis, 12 Mei 2011

Jurnal manajemen dan bisnis

PENGARUH KOMPENSASI DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN
TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
UNIT PRODUKSI PRODUKSI PT.X PALEMBANG
Oleh : Agung Panudju
A B S T R A C T
This research is conducted to know the influence of variables compensatiom and job
characteristic on the work satisfaction of Production Unit employee at PT. X. This research is
causality research and method that used in this research is survey. The number of sample are
93 respondent and data collecting is conducted by filling out some questionaires.There are two
group of variable in this research. Those are independent variable which are compensation and
job characteristic, and the other is dependent variable which is work satisfaction of Production
Unit employee at PT. X.Multiple liniear regression is used to analyze ihe ibfluence of variables
compensation and job characteristic on the work satisfaction.According to the results of
regression analysis, find that simultaneously variables of compensation and job characteristic
have significant effects on work satisfaction of production Unit employee at PT. X. Partially,
variable of job characteristic which is outonomy of job (X3) has most dominant effects on work
satisfaction of production unit employee at PT. X.
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang ada dalam suatu
perusahan organisasi disamping sumber daya yang lain , misalnya modal, material, mesin
dalam perusahan ,sehingga menjadi bermanfaat dan tanpa adanya sumber daya manusia dan
teknologi. Hal ini karena manusialah yang mengelolah sumber daya lainnya yang ada dalam
perusahan, sehingga menjadi bermanfaat dan tanpa adanya sumber daya manusia maka
sumber daya lainnya menjadi sangat penting. Hal yang penting diperhatikan dalam
pemeliharaan hubungan tersebut antara lain adalh kepuasan kerja para karyawan.
Berkerja pada suatu perusahan / organisasi dengan memperoleh imbalan juga biasanya
didasarkan keyakinan bahwa dengan berkerja pada perusahan / organisasi itu seseorang akan
dapat memuaskan berbagai kebutuhannya, tidak hanya di bidang material, seperti sandang,
pangan, papan dan kebutuhan kebendaan lainya, akan tetapi juga berbagai kebutuhan lainnya
yang bersifat sosial,prestise, kebutuhan psikologis dan intelektual (siagian, 2000). Kepuasan
kerja dirasa penting dan perlu diperhatikan oleh setiap organisasi, karena Manusia Merupakan
faktor dan pemeran utama dalam proses kerja ,terlepas dari apakah perkerjaan itu sarat
teknologi atau tidak, namun pada akhirnya manusialah yang akan menjadikan perkerjaan itu
efektif atau tidak (Allen dalam As’ad, 1998).
Rendahnya kepuasan kerja dari karyawan dalam suatu organisasi atau perusahan
merupakan gejala dari kuarang stabilnya organisasi atau perusahan tersebut bentuk yang
paling ekstrim dari ketidak puasan tersebut adalah pemogokan kerja, mangkir, dan tingkat
keluarnya karyawan dari perusahaan tinggi.
Dalam hal kesejahteraan karyawan, PT.X telah melakukan berbagai upaya untuk
menigkatkan kemakmuran karyawannya misalanya dengan memperhatikan kompetensi yang
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 5
dimiliki karyawan, dan dengan menjalankan system rotasi dan mutasi yang baik antar
bagian,dinas, departemen,maupun direktorat. Namun demikin, dalam kenyatannya masih timbul
ketidakpuasan yang tercermin dari adanya demostrasi karyawan dengan salah satu
tuntutannya adalah perbaikan sistem pengajaran berdasarkan pemikiran inilah, penulis tertarik
untuk melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konpensasi dan karateristik perkerjaan
terhadap kepuasan kerja karyawan PT X di Palembang.
1.2 Perumusan Masalah
Adapun Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah variabel-variabel yang ada dalam kompensasi (finansial dan finansial) serta
variabel-variabel yang ada pada karakteristik pekerjaan (otonomi, variasi perkerjaan,
identitas tugas, signifikan tugas, dan umpan balik ) mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan ?
2. Variabel kompensasi dan karakteristik pekerjaan manakah yang merupakan variabel
paling dominan dalam menentukan kepuasan kerja karyawan ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini antara lain:
1. Untuk mengetahui apakah sistem kompensasi yang diterapkan diunit produksi PT.X
secara parsial maupun simultan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan.
2. Untuk mengetahui apakah karateristik pekerjaan diunit produksi PT.X secara parsial
maupun simultan mepengaruhi kepuasan kerja karyawan?
3. Untuk mengetahui variabel- variabel mana yang mempunyai pengaruh paling dominan
terhadap kepuasan kerja karyawan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kompensasi
Garry Dessler Mendefinisikan kompensasi sebagai berikut : Employee compensastion
is all forms of pay rewards going to employee and arising from their employment. Maksudnya
kompensasi adalah segala bentuk pembayaran atau imbalan yang diberikan kepada karyawan
oleh perusahan sebagai atau balas jasa atas kontribusi mereka kepada perusahaan
Menurut Mondy dan Neo, jenis kompensasi yang diberikan pada karyawan dapat
berbentuk kompensasi finansial dan non finansial (Mondy & Neo,1993) Kompensasi finansial
adalah kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk finansial, seperti gaji, upah, bonus
dan tunjangan-tunjangan. Sedangkan kompensasi non-finansial adalah kompensasi yang
diterima karyawan dalam bentuk non- financial, seperti promosi jabatan. Dan penghargan.
Agar dalam pelaksanaannya program kompensasi dapat berjalan secara efektif, maka
program kompensasi tersebut harus menerapakan azas-azas kompensasi (Hasibuan 2001),
yaitu :
1. Azas adil; artinya besarnya kompensasi yang diberikan kepada karyawan harus disesuaikan
dengan prestasi kerja, jenis pekerjaan, resiko pekerjaan, tanggung jawab, jabatan pekerjaan
dan memenuhi persyaratan internal konsisten.
2. Azas layak dan wahar; artinya kompensasi yang diberikan kepada karyawan harus dapat
memenuhi kebutuhannya pada tingkat normatif yang ideal.
Selain itu beberapa hal yang perlu dilakukan dalam usaha pengembangan suatu sistem
kompensasi, antara lain:
1. Melakukan analisis pekerjaan
2. Melakukan Penilaian terhadap pekerjaan dikaitkan dengan keadilan internal
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 6
3. Melakukan survei terhadap berbagai sistem imbalan yang berlaku diorganisasikan lain,
guna memperoleh bahan yang berkaitan dengan keadilan eksternal
4. Menentukan harga setiap pekerjaan dihubungkan dengan harga pekerjaan sejenis
ditempat lain.
2.2. Karakteristik Pekerjaan
Membahas masalah karakteristik pekerjaan tidak lepas dari membahas perancangan
pekerjaan. Pekerjaan yang baik harus lebih baik dari sekedar sekumpulan tugas yang harus
dilakukan sebagaimana yang dihasilkan oleh informasi analisis.
Dalam merancang bangun pekerjaan ada tiga hal penting yang harus diperhatikan.
Pertama, dalam merancang bangun pekerjaan harus mencerminkan usaha pemenuhan
tuntutan lingkungan, organisasional dan keperilakuan terhadap pekerjaan yang dirancang
bangun itu, Kedua,mempertimbangkan ketiga tuntutan tersebut berarti upaya diarahkan pada
pekerjaan yang produktif dan memberikan kepuasan pada prilakunya, meksipun dapat
dipastikan bahwa tingkat produktivitas dan kepuasan itu tidak akan sama pada setiap orang.
Ketiga, tingkat produktivitas dan kepuasan para pelaksana pekerjaan harus mampu berperan
sebagai umpan balik.
2.2.1 Unsur Organisasi
Seluruh unsur organisasi dalam rancang bangun pekerjaan berangkat dari dan
bermuara pada efisiensi dan efektivitas kerja. Untuk mencapainya organisasi cenderung kearah
pendekatan mekanistik, prosedur dan ergonomik. Pendekatan mekanistik adalah pendekatan
yang menekankan pada spesialisasi yang tinggi sebagaimana halnya dengan pendekatan
scientific management, yaitu memberikan cakupan pekerjaan yang rendah pada seseorang
dengan harapan pelaksana menjadi sangat ahli dalam pelaksanaanya dan dapat menjadi
sangat efektif dan efisien dalam pelaksaannya. Pendekatan berikutnya adalah menentukan
prosedur atau arus kerja, yaitu prngaturan dan penentuan standar perilaku dalam pelaksanaan
tugas sebagai upaya untuk menigkatkan kepastian dari hasil pekerjaannya. Selanjutnya
pendekatan ergonomik, yaitu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman secara fisik dan
dapat memudahkan pelaksanaan tugas-tugas yang efisien atau dapat membantu gerakangerakan
yang efektif dalam pelaksanaan pekerjaan.
2.2.2 Unsur Lingkungan
Pertimbangan unsur lingkungan berkaitan dengan pertimbangan aspek-aspek
kemampuan, kesedianan pegawai dan harapan- harapan masyarakat. Kemampauan dari
pegawai akan menentukan tingakat spesialisasi pekerjaan yang tepat. Seorang pegawai
dengan kemampuan yang rendah lebih efektif dengan spesialisasi yang lebih tinggi
dibandingkan dengan pegawai yang mempunyai kemampuan lebih tinggi. Ketersediaan
pegawai juga akan menentukan tingkat spesialisasi yang akan diterapakan.
2.2.3 Unsur keprilakuan
Rancang bangun pekerjaan tidak boleh semata-mata dikaitkan hanya dengan
efisiensi kerja saja, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa orientasi efisiensi, efektivitas dan
produktivitas sangat penting dalam sutu organisasi.
Unsur keperilakuan berkaitan dengan pemberian beberapa karakteristik dan
pekerjaan yang dapat memenuhi keinginan atau motif seseorang dalam pelaksanan suatu
pekerjaan, yaitu :
1. Otonomi dalam pelaksanaan pekerjaan.
2. Variasi tugas.
3. Identitas tugas.
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 7
4. Signifikansi tugas.
5. Umpan balik.
2.3 Kepuasan Kerja
Berbagai defenisi tentang kepuasan kerja telah dibuat oleh para ahli. Diantaranya
adalah Wexley dan Yukl dalam As’ad (1987), yang mendefinisikan kepuasan kerja sebagai
berikut:’’Job satisfaction is the way an employee feels about his job’’. Kepuasan kerja perasaan
pekerja terhadap pekerjaanya. Siagian menuliskan bahwa “kepuasan kerja merupakan suatu
cara pandang seseorang, baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif, tentang
pekerjaannya’’(Siagian,2000). Dari defenisi tersebut,dapat disismpulkan bahwa kepuasan kerja
adalah perasaan positif seseorang terhadap pekerjaannya.
Kepuasan kerja merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam organisasi.
Hal ini disebabkan kepuasan kerja dapat mempengaruhi perilaku kerja seseorang seperti
malas, rajin, produktif,apatis,dan lain-lain. sikap puas atau tidak puas karyawan dapat diukur
dari sejauh mana perusahan atau organisasi dapat memenuhi kebutuhan karyawan. Bila terjadi
keserasian antara kebutuhan karyawan dengan apa yang diberikan perusahan, maka tingkat
kepuasan yang dirasakan karyawan akan tinggi, dan sebaiknya. Ketidakpuasan kerja sering
tercermin dari prestasi kerja yang akan rendah, tingkat kemangkiran yang tinggi, seringnya
terjadi kecelakaan kerja,dan bahkan pemogokan kerja yang pada akhirnya akan sangat
merugikan perusahan.
2.4 Penelitin Terdahulu
Dalam hasil Annual Job satisfaction Survey terhadap para staf perusahan di Amerika
Serikat berkaitan dengan permasalan kompensasi mendekati tahun 2000 menunjukkan bahwa
level tertinggi dari ketidakpuasan karyawan berkisar seputar gaji, bonus, dan hubungan antara
pembayaran karyawan karyawan dan hasil kerjanya (Weldon,1999).
Penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto,Alhabsji dan Al-Musadieq terhadap karyawan
Hotel Patra Jasa Semarang menunjukan bahwa variabel-variabel dalam kompensasi
(kompensasi finansial dan non finansial) dan variabel-variabel dalam karakteristik pekerjaan
(otonomi, variasi pekerjaan, identitas tugas, signifikansi tugas, dan umpan balik) secara
simultan dan parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan
Hotel Patra Jasa Semarang. Selain itu variabel-variabel dalam Karakteristik pekerjaan secara
simultan mempunyai kontibusi lebih besar dibandingkan variabel-variabel dalam kompensasi,
sedangkan secara parsial variabel otonomi merupakan variabel yang dominan dalam
mempengaruhi kepuasan kerja karyawan (Sugiarto, Alhabsji, dan Al-Musadieq, 2001)
2.5 Penelitian Terdahulu
Dari uraian pada landasan teori diatas, maka kerangka konseptual penelitian ini
digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.1. Kerangka Konseptual Penelitian
Kompensasi
Kompensasi Finansial
Kompensasi Non- Financial
Karakteristik Pekerjaan
Otonomi
Variasi Pekerjaan
Identitas Tugas
Signifikan Tugas
Umpan Balik
Kepuasan Kerja
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 8
Hubungan Antara variabel- variabel yang ada pada penelitian ini adalah hubungan
asimetris dimana variabel yang satu ( dimensi dari kompensasi dan karakteristik pekerjaan)
Merupakan Penyebab dari variabel yang lainya (kepuasan Kerja).
2.6 Hipotesis
Berdasarkan kerangka konseptual yang diajukan, maka hipotesis disimpulakan
sebagai berikut :
1. Variabel-variabel bebas dalam kompensasi dan karakteristik pekerjaan bersama- sama
berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Unit Produksi PT.X Palembang.
2. Variabel –variabel bebas dalam kompensasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap
kepuasan kerja karyawan Unit Produksi PT.X Palembang.
3. Variabel- variabel bebas dalam Karakteristik pekerjaan secara bersama-sama berpengaruh
terhadap kepuasan karyawan PT.X Palembang.
III. METODE PENELITIAN
3.1. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang dilakukan adalah penelitian kausalitas, dimana penelitian
dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompensasi yang diberikan perusahan dan karakteristik
yang ditetapakan terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan diunit Produksi PT.X Palembang.
Sedangkan Metode penelitian yang dilakukan adalah metode survey.
3.2. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan diUnit Produksi PT. X
Palembang, baik yang menduduki jabatan struktural maupun fungsional dan level pimpinan/
Staf samapai dengan pelaksana / non staf.
Kelompok Jumlah
-Pimpinan /Staf 491 orang
-Pelaksana 734 orang
Jumlah Karyawan 1.225 orang
Ukuran dari sampel yang akan dijadikan obyek penelitian ditentukan dengan
pendekatan rumusan Slovin dengan persentase sampling error yang ditolerir 10 %. Rumusan
Slovin adalah sebagai berikut :
n = N
1 + N. e2
dimana : n = Ukuran sampel e = Sampling error yang ditolerir atau diinginkan
N = Ukuran populasi
Berdasarkan pendekatan tersebut ,maka jumlah sampel ditetapakan sebanyak 93 ( 37
karyawan staf dan 56 karyawan non staf) karyawan. Sedangkan jumlah sampel pada masingmasing
kelompok ditetapkan proposional sesuai dengan jumlah karyawan pada masing- masing
kelompok (sub populasi).
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 9
Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah teknik probabilitas / acak, dimana
setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
3.3. Variabel Penelitian.
Berdasarkan penjelasan- penjelasan diatas , terdapat 2 variabel yang termasuk dalam
penelitian ini, yaitu variabel independen dan variabel dependen.
Variabel independen meliputi :
1. Kompensasi terdiri dari :
a. Kompensasi finansial (X1), yaitu kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk
finansial, dengan indikator persepsi karyawan tentang gaji, upah, bonus dan tunjangan.
b. Kompensasi non finansial (X2), yaitu kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk
non-finansial, dengan indikator persepsi karyawan tentang promosi jabatan dan
penghargaan.
2. Karakteristik Pekerjaan, terdiri dari :
a. Otonomi (X3), yaitu kebebasan untuk mengendalikan sendiri pelaksanaan tugasnya
berdasarkan uraian dan spesifikasi pekerjaan yang dibebankan kepadanya, dengan
indikator kebebasan dalam merencanakan pekerjaan dan kebebasan dalam
melaksanakan tugas.
b. Variasi perkerjaan (X4), yaitu keterampilan / metode/ cara yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan tugas, keterampilan dan variasi tugas.
c. Identitas tugas (X5), yaitu aktivitas yang dilakukan karyawan dalam merencanakan dan
melaksanakan tugas, dengan indikator tingkat pemahaman prosedur kerja dan tingkat
keterlibatan kerja.
d. Signifkansi tugas (X6), yaitu pentingnya pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan, dengan
indikator dampak pekerjaan terhadap karyawan lain dalam satu departemen dan lain
departemen.
e. Umpan balik (X7), yaitu informasi atau tanggapan mengenai hasil pelaksanaan kerja
karyawan, dengan indikator penerima informasi tentang keberhasilan yang telah dicapai
dan penerimaan informasi tentang kesesuaian pelaksanaan kerja dengan keinginan
atasan, sedangkan variabel dependen adalah Kepuasan kerja (Y) , yaitu perasaan yang
dirasakan karyawan berdasarkan kompensasi yang diterima dan karakteristik
pekerjaannya, dengan indikator kepuasan karyawan terhadap karakteristik karyawan
terhadap karakteristik pekerjaan.
Untuk mengukur variabel yang ada digunakan skala dan teknik pembuatan skala
yang dipakai adalah skala Likert, dengan skala 1 sampai dengan 5. Angka 5 menunjukkan
sangat puas atau dan skala 3 menunjukkan netral, sedangkan skala 1 menunjukkan sangat
tidak puas atau tidak setuju.
3.4. Instrumen Penelitian
Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner
yang berisi butiran-butiran pertanyaan yang berkaitan dengan indikator-indikator yang ada pada
variabel-variabel. Selain itu juga dilakukan studi dokumen, laporan dan data tertulis lainnya.
3.5. Metode Pengumpulan Data
Data yang akan digunakan dalam penelitian sebagaian besar adalah data primer
serta beberapa data sekunder. Data primer yang merupakan data utama yang akan digunakan
untuk analissis, diperoleh langsung dengan menyebarkan kuesioner untuk diisi oleh oleh
responden yang dituju ( target subject). Sedangkan data sekunder yang akan lainnya yang ada
di unit Produksi PT. X Palembang.
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 10
3.6. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel dependen dengan variabel
independen baik secara parsial maupun simultan, maka digunakan metode analisis stastistik,
yaitu teknik analisis regresi linear berganda serta uji F dan t. Adapun model matematika dari
regresi ini adalah sebagai berikut :
Y = a + b1 X1+ b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + b5 X5 + b6X6 + b7 X7
Dimana :
Y = Kepuasan kerja
a = Konstanta
b1 b2 b3 b4b5 b6 b7 = Koefisien Regresi
X1 = Kompensasi finansial
X2 = Kompensasi non finansial
X3 = Otonomi
X4 = Variasi pekerjaan
X5 = Identitas Tugas
X6 = Signifikansi tugas
X7 = Umpan balik
e = Variabel gangguan
IV. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Uji Reliabilitas dan Validitas
Data yang diperoleh telah terlebih dahulu diuji dengan uji Reliabilitas dan validitas.
Hasil Pengujian data-data tersebut memperhatikan bahwa kesempatan penelitian adalah valid
dan reliabel seperti disajikan pada tabel berikut :
Tabel.4.1. Hasil Uji Reliabilitas
No Kode Variabel Hasil Pengukuran(x) Reliabilitas
1. Kompensasi finansial 0,7519 Reliabel
2. Kompensasi non finansial 0,7984 Reliabel
3. Otonomi 0,7321 Reliabel
4. variasi pekerjaan 0,8343 Reliabel
5. Identitas Tugas 0,8109 Reliabel
6. Signifikansi tugas 0,7964 Reliabel
7. Umpan balik 0,7919 Reliabel
Tabel 4.2. Hasil Uji Validitas
No Kode Variabel Hasil Pengukuran Validitas
Kompensasi Finansial
KF1 0,6673 Valid
KF2 0,6399 Valid
KF3 0,6417 Valid
1.
KF4 0,6548 Valid
2. Kompensasi Non Finansial
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 11
KNF1 0,8177 Valid
KNF2 0,8221 Valid
KNF3 0,6984 Valid
KNF4 0,6549 Valid
Otonomi
OT1 0,5472 Valid
OT2 0,6224 Valid
OT3 0,6609 Valid
3.
OT4 0,6644 Valid
Variasi Pekerjaan
VP1 0,8562 Valid
VP2 0,9000 Valid
VP3 0,8649 Valid
4.
VP4 0,8639 Valid
Identitas Tugas
IT1 0,6672 Valid
IT2 0,8765 Valid
5.
IT3 0,7692 Valid
Signifikansi Tugas
ST1 0,7408 Valid
ST2 0,8074 Valid
6.
ST3 0,6672 Valid
Umpan balik
UB1 0,7064 Valid
UB2 0,5739 Valid
UB3 0,8207 Valid
7.
UB4 0,8238 Valid
4.2 Uji Regresi linier Berganda antara Variabel- variabel dalam Kompensasi dan
Variabel –variabel dalam Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja.
Data yang diperoleh dari 93 responden yang telah mengisi kuesioner secara lengkap,
selanjutnya dianalisis dengan hasil pada Tabel 4.3 berikut ini :
Tabel 4.3. Hasil uji regresi linear berganda antara variabel-variabel dalam kompensasi
dan variabel-variabel dalam karakteristik pekerjaan
Terhadap kepuasan kerja
Variabel Koefisien Regresi Beta t terhitung P
Konstanta
X1
X2
X3
X4
X5
0,506
0,144
0,01289
0,262
0,008378
0,120
0,168
0,20
0,253
0,012
0,149
1,015
1,583
0,177
2,479
0,131
1,409
0,313
0,117
0,860
0,015*
0,896
0,163
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 12
X6
X7
0,3468
0218
0,039
0,266
0,435
2,431
0,665
0,017*
R = 0,611 Adj R2 = 0,322 F = 7,230 P = 0,000
Catatan = * signifikansi @ = 0,05
Persamaan regresi untuk mengetimasi variabel terikat dengan menggunakan seluruh
variabel bebas adalah sebagai berikut :
Y= 0,506 + 0,1 = = 89X2 + 0,262X3 + 0,008378 X4 + 0,120 X5 + 0,3468 X6 + 0,218 X7 +
e
Keterangan :
Y = Kepuasan Kerja
X1 = Kompensasi finansial
X2 = Kompensasi non finansial
X3 = Otonomi
X4 = Variasi pekerjaan
X5 = Identitas pekerjaan
X6 = Signifikan tugas
X7 = Umpan balik
e = Error
varibel indenpenden secara Berdasarkan tabel 4.3. terlihat bahwa nilai p(sig.F)=
0,000<0,05, maka ini berarti bahwa berdasarkan hasil penelitian kompensasi finansial, kompensasi non finansial otonomi, variasi pekerjaan, identitas tugas, signifikan tugas dan umpan balik , secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan demikian hipotesis pertama dapat diteriama. Variasi perubahan nilai variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh seluruh variabel independen secara simultan sebesar 32,2 %(Adjusted R Square = 0,322) dan sisanya 67,8 % oleh variabel lain diluar variabel-varibel yang diteliti. Nilai koefisien regresi (R) yang diperoleh positif yaitu 0,611 dapat diartikan bahwa semakin tinggi kompensasi finansial, kompensasi non finansial,otonomi, variasi perkerjaan, identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik, maka semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan, dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya konstan. Dari tujuan variabel bebas, semuanya memiliki hubungan positif dengan varibel terikat.Pengaruh positif(+) menunjukan bahwa kepuasan kerja karyawan Unit Produksi PT X akan berubah atau seirung dengan perubahan-perubahan variabel kompensasi finansial, kompensasi tugas dan umpan balik. Dari tabel 4.3, didapat kan bahwa nilai F secara keseluruhan sebesar 7,230 ,artinya F hitung secara keseluruhan adalah sebesar 7,230 dan dapat dipastikan bahwa F hitung > dari
nilai F tabel (2,703). Ini berarti bahwa seluruh variabel - variabel bebas yang teliti secara
bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat( kepuasan kerja). Selain itu juga terlihat
bahwa seluruh variabel-varibel bebas yang diteliti memang benar – benar mampu menjelaskan
varibel terikat secara bermakana.
4.3. Uji Regresi Linear Berganda antara Variabel- variabel dalam kompensasi terhadap
Kepuasan Kerja.
Data yang diperoleh dari 93 responden yanmg telah mengisi kuesioner secara lengkap
, selanjutnya dianalisis dengan hasil seperti pada tabel 4.4 berikut:
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 13
Tabel 4.4 Hasil Uji Regresi Linear Berganda antara Variabel- variabel dalam
kompensasi terhadap Kepuasan Kerja.
Variabel Koefisien regresi Beta t terhitung P
Konstanta
X1
X2
2,386
0,120
0,162
0,140
0,256
8,371
1,191
2,183
0,000
0,237
0,032*
R = 0,352 Adj R2 = 0,105 F = 6,372 P = 0,003
Catatan = * Signifikansi @ = 0,05
Persamaan regresi untuk mengestimasikan variabel terikat dengan menggunakan variabel
bebas kompensasi adalah sebagai berikut :
Y = 2,386 + 0,120 X1 + 0,0162 X2 + e
Keterangan :
Y = Kepuasan Kerja X2 = Kompensasi non finansial
X1 = Kompensasi finansial e = Standar error
Dari tabel 4.4 terlihat bahwa nilai P (sig. F) =0,003 < 0,05 , ini berarti bahwa berdasarkan hasil penelitian kompensasi finansial dan dan kompensasi non finansial, secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, dengan demikian hipotesis kedua dapat diterima. Variasi perubahan nilai variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh seluruh variabel secra simultan sebesar 10,5 % (Adjusted R Square =0,105) dan sisanya 89,5 % oleh variabel lain diluar variabel-variabel yang diteliti. Nilai koefisien regresi ® yang diperoleh positif yaitu 0,352 dapat diartikan bahwa semakin tinggi kompensasi finansial dan kompensasi non finansial maka semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan, dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya konstan .dari persamaan regresi berganda pada tabel 4.4 diatas dapat diketahui bahwa pengaruh variabel kompensasi terhadap variabel kepuasan kerja memiliki hubungan positif dengan variabel terikat kepuasan kerja. Dari tabel; 4.4 juga didapat nilai F secara keseluruhan sebesar 6,372 artinya F hitung secara keseluruhan adalah sebesar 6,372 dan dapat dipastikan bahwa F hitung > dari nilai F
tabel (2.703). ini berarti bahwa variabel-variabel bebas yang diteliti secara bersama-sama
berpengaruh terhadap variabel terikat (kepuasan kerja). Tingkat kemaknaan yang bernilai 0,003
berararti seluruh variabel bebas maupun menjelaskan variabel terikat secara bermakna.
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 14
4.4. Uji Regresi Berganda antara Variabel-variabel dalam Karakteristik Perkerjaan
Terhadap Kepuasan Kerja.
Data yang diperoleh daria 93 responden yang telah mengisi kuesioner secara
lengkap , dianalisis dengan hasil seperti pada tabel 4.5 berikut ini
Tabel 4.5 Hasil Uji Lineer berganda antara variabel-variabel dalam karakteristik
pekerjaan terhadap kepuasan kerja.
Variabel Koefisien Regresi Beta t terhitung P
Konstanta
X3
X4
X5
X6
X7
0,877
0,270
-0,01422
0,133
0,04725
0,240
0,26
-0,020
0,164
0,053
0,2,293
1.907
2,540
-0,225
1,571
0,589
2,777
0,060
0,013*
0,822
0,120
0,557
0,007*
R = 0,611 Adj R2 = 0,322 F = 7,230 P = 0,000
Catatan = signifikansi @ =0,05
Persamaan regresi untuk mengestimasi variabel terikat dengan menggunakan variabel
bebas karakteristik pekerjaan adalah sebagai berikut:
Y= 0,877 + 0,270 X3 + 0,01422X4 + 0,133X5 + 0,04725 X6 + 0,240 X7 + e
Keterangan:
Y = Kepuasan Kerja
X3 = Otonomi
X4 = variasi Pekerjaan
X5 = Identitas Tugas
X6 = Signifikansi tugas
X7 = Umpan balik
e = Standar error
Dari tabel 4.5 terlihat bahwa nillai p (sig.F) 0,000, 0,05 ,ini berarti bahwa berdasarkan
hasil penelitian variabel karakteristik pekerjaan yang meliputi : otonomi, variasi pekerjaan
,identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik, secara simultan mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, dengan demikian hipotesis ketiga dapat diterima.
Variasi perubahan nilai variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh seluruh
variabel independen secara simultan sebesar 30,6 % (Adjusted R square = 0,306) dan sisanya
69.4 % oleh variabel lain diluar variabel-variabel yang teliti seperti penempatan kerja ,struktur
organisasi perusahan, umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan
pendidikan(Mangkunegara;2000). Kebijakan dan prosedur aplikasi kelompok keja kondisi kerja,
juga merupakan aspek yang mampu mempengaruhi kepuasan kerja (Gibson, et.at dalam
Adiarni 1996)
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 15
Nilai koefisien regresi (R) yang diperoleh posistif yaitu 0,586 dapat diartikan bahwa
semakin tinggi nilai-nilai variabel independen, maka semakin tinggi pula kepuasan kerja
karyawan, dengan asumsi bahwa variabel bebas lainya konstan.
Dari lima variabel bebas diatas, satu variabel memiliki hubungan negatif dengan
variabel tirikat. Pengaruh positif (+) menunjukkan bahwa kepuasan kerja Karyawan unit
Produksi PT X akan berubah atau seiring dengan perubahan-perubahan variabel otonomi,
identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik sedangkan yang berpengaruh negatif (-)
menunjukkan bahwa kepuasan kerja Karyawan Unit Produksi PT. X tidak searah dengan
perubahan variabel variasi pekerjaan.
Didapatkan juga bahwa nilai F secara keseluruhan sebesar 9,116, artinya F Hitung
secara keseluruhan adalah sebesar 9,116, ini berarti bahwa seluruh variabel-variabel bebas
dalam karakteristik pekerjaan yang diteliti secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel
terikat (kepuasan kerja). Tingkat kemaknaan dengan nilai p=0,000 atau p<0,05 berarti seluruh variabel-variabel bebas yang diteliti memang benar mampu menjelaskan variabel terikat secara bermakna. V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Variabel-variabel Kompensasi financial, kompensasi non-finansial, otonomi, variasi pekerjaan, identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik, secara bersama-sama/ serentak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data penelitian dengan menggunakan model regresi linier berganda pada tingkat kemaknaan p=0,000 (p<0,05), F hitung = 7,230 yang lebih besar dari F tabel (2,703) dan nilai koefisien korelasi secara keseluruhan (R) sebesar 0,611 atau 61,1%, yang menunjukkan bahwa kompensasi dan karakteristik pekerja berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja. 2. Koefisien determinasi (Adj R2)= 0,322, menunjukkan bahwa variabel kompensasi dan karakteristik pekerjaan hanya mampu menjelaskan variabel terikat kepuasan kerja karyawan sebesar 32,2%. Ini berarti bahwa faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan Unit Produksi PT. X sebesar 67,8%. 3. Variabel-variabel dalam kompensasi yaitu kompensasi finansial dan kompensasi non financial secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data penelitian dengan menggunakan model regresi linier berganda pada tingkat kemaknaan p=0,003 (p<0,05), F hitung = 6,372 yang lebih besar dari F Tabel (2,703) dan nilai Koefisien Korelasi secara keseluruhan (R) sebesar 0,352 atau 35,2%, menunjukkan bahwa variabel dalam kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. 4. Variabel-variabel dalam karakteristik pekerjaan yaitu otonomi, variasi pekerjaan, identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data penelitian dengan menggunakan model regresi linier berganda pada tingkat kemaknaan p=0,000 (p<0,05), F hitung = 9,116 yang lebih besar dari F tabel (2,709) dan nilai koefisien korelasi secara keseluruhan (R) sebesar 0,586 atau 58,6%, menunjukkan bahwa variabel dalam karakteristik pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. 5. Variabel otonomi dan umpan balik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan unit produksi PT. X serta variabel otonomi merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT.X. Hal ini terlihat dari nilai p (kemaknaan) dari variabel bebas otonomi dan umpan balik terhadap kepuasan kerja yang besarnya masing-masing 0,015 dan 0,017, yang berarti p<0,05. Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 16 6. Variabel-variabel kompensasi financial, kompensasi non financial, variabel pekerjaan, identitas tugas dan signifikansi tugas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Unit Produksi PT. X. Hal ini terlihat dari nilai P (kemaknaan) dari variabel-variabel tersebut yang besarnya masing-masing > 0,05.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka terdapat beberapa hal yang dapat
disarankan antara lain:
1. Dalam usaha meningkatkan kepuasan kerja karyawan unit produksi PT. X, maka
manajemen unit produksi PT. X harus benar-benar memperhatikan variabel-variabel
yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X. hal ini dapat
dilakukan dengan melakukan penelitian secara berkala, sehingga dengan demikian
perusahaan dapat dengan cepat mengantisipasi dan memperbaiki factor-faktor yang
diketahui sebagai penyebab penurunan kepuasan kerja karyawan unit produksi.
2. Variabel otonomi dan umpan balik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X. Bredasarkan hal tersebut, maka
manajemen unit produksi PT. X perlu lebih memberikan keleluasaan / kebebasan
kepada para karyawan dalam hal merencanakan dan mengendalikan sendiri
pelaksanaan tugasnya, sepanjang sesuai dengan uraian dan spesifikasi pekerjaan
yang dibebankan kepadanya serta tujuan perusahaan tercapai. Selain itu manajemen
unit produksi PT. X, Khususnya para pemimpin, juga perlu lebih memberikan umpan
balik terhadap pelaksanaan pekerjaan yang telah selesai dilakukan. Hal ini dapat
berupa bimbingan, petunjuk, pengarahan, perhatian, tanggapan dan mungkin juga
pujian terhadap pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan.
3. Walaupun variabel-variabel kompensasi financial, kompensasi non finansial, variasi
pekerjaan, identitas tugas dan signifikansi tugas tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X, Manajemen unit
Produksi PT. X tetap perlu memperhatikan variabel-variabel tersebut guna tercapainya
kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X.
4. Walaupun penelitian ini telah dilakukan seoptimal mungkin, namun peneliti menyadari
bahwa hasil penelitian ini masih belum dapat dikatakan sempurna. Untuk melengkapi
kekurangan dan kelemahan dalam penelitian ini, disarankan untuk dilakukan penelitian
sejenis dengan menggunakan alat ukur yang lebih baik, serta dengan mencari variabelvariabel
lain yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X,
seperti kepemimpinan, kondisi kerja, struktur organisasi perusahaan, kemampuan /
pendidikan karyawan dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto (1998). Prosedur Penelitian. Cetakan kesebelas, penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.
As’ad, Moh. (1998). Psikologi Industri. Edisi kelima, liberty, Yogyakarta.
Davis, K. & Newstrom, J.W. (1996). Perilaku dalam organisasi. Ahli bahasa Agus Dharma, Edisi
kedua, jilid -1, Erlangga, Jakarta.
Dessler, G. (2000). Human Resource Management. Eighth Edition, Prentice Hall International
Inc., USA.
Gomolski, B.C. (1998). Technies Want More Than Pay. Journal of Computerworld, 11, 49-50.
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 17
Hagemen, Gisela, (1993). Motivasi untuk Pembinaan Organisasi. Penerbit PT. Pustaka
Binaman Pressindo, Jakarta.
Hariandja, M.T.E. (2002). Manajemen SDM: Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian
dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Jakarta.
Indrawijaya, Adam Ibrahim, (2000). Perilaku Organisasi. Penerbit Sinar Baru, Bandung.
Mangkunegara, A.P. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama, Rosda,
Bandung.
Meilan Sugirato, Taher Alhabsy, Al-Musadieq, (2001). Pengaruh Kompensasi dan Karakteristik
pekerjaan terhadap kepuasan kerja. Wacana, Vol. 4 No. 1 Juli 2001, Surabaya
Muhammad Choiri, Bambang Swasto, Al-Musadieq, (2001). Faktor Individu dan Faktor
Lingkungan sebagai Pembentuk Perilaku Kerja. Wacana, Vol. 1 Juli 2000, Surabaya.
Mondy, R.W. & Noe, R.M. (1993). Human Resource Management. Sixth Edition, Allyn & Bacon
Inc, USA.
Nimran, Umar, (1993). Perilaku Organisasi. Cetakan Pertama, CV. Astramedia, Surabaya
Robbin, Stephen P. (2001). Perilaku Organisasi. Konsep Kontroversi, Aplikasi. Edisi
Bahasa Indonesia, Jilid 1, Alih bahasa Hadyana Pujaatmaka Benjamin Molan, PT.
Prenhallindo, Jakarta.
Siagian, S.P. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi kesatu, cetakan kedelapan,
Bumi Aksara, Jakarta.
Suwardi, M. (2002) Pengaruh Kepemimpinan dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja
Pegawai Dispenda. Tesis MM Unsri.
Thoha, Miftah, (2001). Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Penerbit PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
Umar, Husein, (1999). Riset Sumber Daya Manusia dalam organisasi. Edisi revisi dan
perluasan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Weldon, D (1999). Money Still Talks. Journal of Computerworld, 33, 46.
Wexley, K.N. & Yuki, G.A. (1992). Perilaku Organisasi dan Psikologi Perusahaan. Rineka Cipta,
Jakarta.
Winardi, J. (2001). Motivasi dan pemotivasian dan Manajemen. Edisi 1, cetakan 1, PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar