Rabu, 01 Desember 2010

Inovasi

Beberapa praktek inovasi yang paling sederhana dimulai dari:

(1) inovasi kemasan, di mana sentuhan pembaharuan
dilakukan kepada aspek kemasan, namun isi sama, dengan tujuan
untuk meningkatkan daya tarik (attractiveness), sehingga secara
visual akan cukup kompetitif, bila dipajang berjejer dengan para
pesaing. Kemasan yang atraktif juga dapat menjadi elemen promosi
yang efektif.

(2) Inovasi produk, dengan melakukan pengembangan
produk baru, baik yang berbasis dari produk yang sudah ada
ataupun produk yang baru. Kita bisa melihat bagaimana produsen
kacang seperti Garudafood berinovasi tidak hanya dengan varian
produk kacangnya, namun juga dengan melahirkan jelly, permen,
bahkan nasi instant. Inovasi memang bukan hanya bertujuan untuk
melahirkan sesuatu yang baru bagi pelanggan yang sudah ada,
tetapi juga dapat dilakukan untuk melahirkan produk yang disasarkan
untuk segmen lain atau pasar yang baru (new product for new
market). Mengapa tidak membuat kopi instant yang diformulasi dan
dikemas untuk anak muda? Lahirlah Nescafe Ice, Good Day, dan
sebagainya.

(3) Inovasi tempat, yakni tempat di mana kita menjual agar
lebih atraktif dan ‘catchy’ (menarik pandangan), kita bisa lihat
bagaimana kios ala Danone yang tersebar dimana-mana. Bahkan, di
dalam supermarket pun, semua produsen berlomba manata rak dan
cara mendisplay produknya.
Memang, kita sudah masuk era hiperkompetisi, persaingannya
sangat ketat. Bila kita merasakannya sebagai konsumen, maka kita
pun sadar bahwa kita mahluk pembosan, selalu ingin yang baru,
selalu ingin yang berbeda, selalu ingin yang lain daripada yang
sebelumnya. Jadi mau tak mau, inovasi memang harus secara
kontinyu dilakukan, tak ada pilihan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar