Kamis, 12 Mei 2011

Jurnal manajemen dan bisnis

PENGARUH KOMPENSASI DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN
TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
UNIT PRODUKSI PRODUKSI PT.X PALEMBANG
Oleh : Agung Panudju
A B S T R A C T
This research is conducted to know the influence of variables compensatiom and job
characteristic on the work satisfaction of Production Unit employee at PT. X. This research is
causality research and method that used in this research is survey. The number of sample are
93 respondent and data collecting is conducted by filling out some questionaires.There are two
group of variable in this research. Those are independent variable which are compensation and
job characteristic, and the other is dependent variable which is work satisfaction of Production
Unit employee at PT. X.Multiple liniear regression is used to analyze ihe ibfluence of variables
compensation and job characteristic on the work satisfaction.According to the results of
regression analysis, find that simultaneously variables of compensation and job characteristic
have significant effects on work satisfaction of production Unit employee at PT. X. Partially,
variable of job characteristic which is outonomy of job (X3) has most dominant effects on work
satisfaction of production unit employee at PT. X.
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang ada dalam suatu
perusahan organisasi disamping sumber daya yang lain , misalnya modal, material, mesin
dalam perusahan ,sehingga menjadi bermanfaat dan tanpa adanya sumber daya manusia dan
teknologi. Hal ini karena manusialah yang mengelolah sumber daya lainnya yang ada dalam
perusahan, sehingga menjadi bermanfaat dan tanpa adanya sumber daya manusia maka
sumber daya lainnya menjadi sangat penting. Hal yang penting diperhatikan dalam
pemeliharaan hubungan tersebut antara lain adalh kepuasan kerja para karyawan.
Berkerja pada suatu perusahan / organisasi dengan memperoleh imbalan juga biasanya
didasarkan keyakinan bahwa dengan berkerja pada perusahan / organisasi itu seseorang akan
dapat memuaskan berbagai kebutuhannya, tidak hanya di bidang material, seperti sandang,
pangan, papan dan kebutuhan kebendaan lainya, akan tetapi juga berbagai kebutuhan lainnya
yang bersifat sosial,prestise, kebutuhan psikologis dan intelektual (siagian, 2000). Kepuasan
kerja dirasa penting dan perlu diperhatikan oleh setiap organisasi, karena Manusia Merupakan
faktor dan pemeran utama dalam proses kerja ,terlepas dari apakah perkerjaan itu sarat
teknologi atau tidak, namun pada akhirnya manusialah yang akan menjadikan perkerjaan itu
efektif atau tidak (Allen dalam As’ad, 1998).
Rendahnya kepuasan kerja dari karyawan dalam suatu organisasi atau perusahan
merupakan gejala dari kuarang stabilnya organisasi atau perusahan tersebut bentuk yang
paling ekstrim dari ketidak puasan tersebut adalah pemogokan kerja, mangkir, dan tingkat
keluarnya karyawan dari perusahaan tinggi.
Dalam hal kesejahteraan karyawan, PT.X telah melakukan berbagai upaya untuk
menigkatkan kemakmuran karyawannya misalanya dengan memperhatikan kompetensi yang
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 5
dimiliki karyawan, dan dengan menjalankan system rotasi dan mutasi yang baik antar
bagian,dinas, departemen,maupun direktorat. Namun demikin, dalam kenyatannya masih timbul
ketidakpuasan yang tercermin dari adanya demostrasi karyawan dengan salah satu
tuntutannya adalah perbaikan sistem pengajaran berdasarkan pemikiran inilah, penulis tertarik
untuk melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konpensasi dan karateristik perkerjaan
terhadap kepuasan kerja karyawan PT X di Palembang.
1.2 Perumusan Masalah
Adapun Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah variabel-variabel yang ada dalam kompensasi (finansial dan finansial) serta
variabel-variabel yang ada pada karakteristik pekerjaan (otonomi, variasi perkerjaan,
identitas tugas, signifikan tugas, dan umpan balik ) mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan ?
2. Variabel kompensasi dan karakteristik pekerjaan manakah yang merupakan variabel
paling dominan dalam menentukan kepuasan kerja karyawan ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini antara lain:
1. Untuk mengetahui apakah sistem kompensasi yang diterapkan diunit produksi PT.X
secara parsial maupun simultan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan.
2. Untuk mengetahui apakah karateristik pekerjaan diunit produksi PT.X secara parsial
maupun simultan mepengaruhi kepuasan kerja karyawan?
3. Untuk mengetahui variabel- variabel mana yang mempunyai pengaruh paling dominan
terhadap kepuasan kerja karyawan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kompensasi
Garry Dessler Mendefinisikan kompensasi sebagai berikut : Employee compensastion
is all forms of pay rewards going to employee and arising from their employment. Maksudnya
kompensasi adalah segala bentuk pembayaran atau imbalan yang diberikan kepada karyawan
oleh perusahan sebagai atau balas jasa atas kontribusi mereka kepada perusahaan
Menurut Mondy dan Neo, jenis kompensasi yang diberikan pada karyawan dapat
berbentuk kompensasi finansial dan non finansial (Mondy & Neo,1993) Kompensasi finansial
adalah kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk finansial, seperti gaji, upah, bonus
dan tunjangan-tunjangan. Sedangkan kompensasi non-finansial adalah kompensasi yang
diterima karyawan dalam bentuk non- financial, seperti promosi jabatan. Dan penghargan.
Agar dalam pelaksanaannya program kompensasi dapat berjalan secara efektif, maka
program kompensasi tersebut harus menerapakan azas-azas kompensasi (Hasibuan 2001),
yaitu :
1. Azas adil; artinya besarnya kompensasi yang diberikan kepada karyawan harus disesuaikan
dengan prestasi kerja, jenis pekerjaan, resiko pekerjaan, tanggung jawab, jabatan pekerjaan
dan memenuhi persyaratan internal konsisten.
2. Azas layak dan wahar; artinya kompensasi yang diberikan kepada karyawan harus dapat
memenuhi kebutuhannya pada tingkat normatif yang ideal.
Selain itu beberapa hal yang perlu dilakukan dalam usaha pengembangan suatu sistem
kompensasi, antara lain:
1. Melakukan analisis pekerjaan
2. Melakukan Penilaian terhadap pekerjaan dikaitkan dengan keadilan internal
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 6
3. Melakukan survei terhadap berbagai sistem imbalan yang berlaku diorganisasikan lain,
guna memperoleh bahan yang berkaitan dengan keadilan eksternal
4. Menentukan harga setiap pekerjaan dihubungkan dengan harga pekerjaan sejenis
ditempat lain.
2.2. Karakteristik Pekerjaan
Membahas masalah karakteristik pekerjaan tidak lepas dari membahas perancangan
pekerjaan. Pekerjaan yang baik harus lebih baik dari sekedar sekumpulan tugas yang harus
dilakukan sebagaimana yang dihasilkan oleh informasi analisis.
Dalam merancang bangun pekerjaan ada tiga hal penting yang harus diperhatikan.
Pertama, dalam merancang bangun pekerjaan harus mencerminkan usaha pemenuhan
tuntutan lingkungan, organisasional dan keperilakuan terhadap pekerjaan yang dirancang
bangun itu, Kedua,mempertimbangkan ketiga tuntutan tersebut berarti upaya diarahkan pada
pekerjaan yang produktif dan memberikan kepuasan pada prilakunya, meksipun dapat
dipastikan bahwa tingkat produktivitas dan kepuasan itu tidak akan sama pada setiap orang.
Ketiga, tingkat produktivitas dan kepuasan para pelaksana pekerjaan harus mampu berperan
sebagai umpan balik.
2.2.1 Unsur Organisasi
Seluruh unsur organisasi dalam rancang bangun pekerjaan berangkat dari dan
bermuara pada efisiensi dan efektivitas kerja. Untuk mencapainya organisasi cenderung kearah
pendekatan mekanistik, prosedur dan ergonomik. Pendekatan mekanistik adalah pendekatan
yang menekankan pada spesialisasi yang tinggi sebagaimana halnya dengan pendekatan
scientific management, yaitu memberikan cakupan pekerjaan yang rendah pada seseorang
dengan harapan pelaksana menjadi sangat ahli dalam pelaksanaanya dan dapat menjadi
sangat efektif dan efisien dalam pelaksaannya. Pendekatan berikutnya adalah menentukan
prosedur atau arus kerja, yaitu prngaturan dan penentuan standar perilaku dalam pelaksanaan
tugas sebagai upaya untuk menigkatkan kepastian dari hasil pekerjaannya. Selanjutnya
pendekatan ergonomik, yaitu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman secara fisik dan
dapat memudahkan pelaksanaan tugas-tugas yang efisien atau dapat membantu gerakangerakan
yang efektif dalam pelaksanaan pekerjaan.
2.2.2 Unsur Lingkungan
Pertimbangan unsur lingkungan berkaitan dengan pertimbangan aspek-aspek
kemampuan, kesedianan pegawai dan harapan- harapan masyarakat. Kemampauan dari
pegawai akan menentukan tingakat spesialisasi pekerjaan yang tepat. Seorang pegawai
dengan kemampuan yang rendah lebih efektif dengan spesialisasi yang lebih tinggi
dibandingkan dengan pegawai yang mempunyai kemampuan lebih tinggi. Ketersediaan
pegawai juga akan menentukan tingkat spesialisasi yang akan diterapakan.
2.2.3 Unsur keprilakuan
Rancang bangun pekerjaan tidak boleh semata-mata dikaitkan hanya dengan
efisiensi kerja saja, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa orientasi efisiensi, efektivitas dan
produktivitas sangat penting dalam sutu organisasi.
Unsur keperilakuan berkaitan dengan pemberian beberapa karakteristik dan
pekerjaan yang dapat memenuhi keinginan atau motif seseorang dalam pelaksanan suatu
pekerjaan, yaitu :
1. Otonomi dalam pelaksanaan pekerjaan.
2. Variasi tugas.
3. Identitas tugas.
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 7
4. Signifikansi tugas.
5. Umpan balik.
2.3 Kepuasan Kerja
Berbagai defenisi tentang kepuasan kerja telah dibuat oleh para ahli. Diantaranya
adalah Wexley dan Yukl dalam As’ad (1987), yang mendefinisikan kepuasan kerja sebagai
berikut:’’Job satisfaction is the way an employee feels about his job’’. Kepuasan kerja perasaan
pekerja terhadap pekerjaanya. Siagian menuliskan bahwa “kepuasan kerja merupakan suatu
cara pandang seseorang, baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif, tentang
pekerjaannya’’(Siagian,2000). Dari defenisi tersebut,dapat disismpulkan bahwa kepuasan kerja
adalah perasaan positif seseorang terhadap pekerjaannya.
Kepuasan kerja merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam organisasi.
Hal ini disebabkan kepuasan kerja dapat mempengaruhi perilaku kerja seseorang seperti
malas, rajin, produktif,apatis,dan lain-lain. sikap puas atau tidak puas karyawan dapat diukur
dari sejauh mana perusahan atau organisasi dapat memenuhi kebutuhan karyawan. Bila terjadi
keserasian antara kebutuhan karyawan dengan apa yang diberikan perusahan, maka tingkat
kepuasan yang dirasakan karyawan akan tinggi, dan sebaiknya. Ketidakpuasan kerja sering
tercermin dari prestasi kerja yang akan rendah, tingkat kemangkiran yang tinggi, seringnya
terjadi kecelakaan kerja,dan bahkan pemogokan kerja yang pada akhirnya akan sangat
merugikan perusahan.
2.4 Penelitin Terdahulu
Dalam hasil Annual Job satisfaction Survey terhadap para staf perusahan di Amerika
Serikat berkaitan dengan permasalan kompensasi mendekati tahun 2000 menunjukkan bahwa
level tertinggi dari ketidakpuasan karyawan berkisar seputar gaji, bonus, dan hubungan antara
pembayaran karyawan karyawan dan hasil kerjanya (Weldon,1999).
Penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto,Alhabsji dan Al-Musadieq terhadap karyawan
Hotel Patra Jasa Semarang menunjukan bahwa variabel-variabel dalam kompensasi
(kompensasi finansial dan non finansial) dan variabel-variabel dalam karakteristik pekerjaan
(otonomi, variasi pekerjaan, identitas tugas, signifikansi tugas, dan umpan balik) secara
simultan dan parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan
Hotel Patra Jasa Semarang. Selain itu variabel-variabel dalam Karakteristik pekerjaan secara
simultan mempunyai kontibusi lebih besar dibandingkan variabel-variabel dalam kompensasi,
sedangkan secara parsial variabel otonomi merupakan variabel yang dominan dalam
mempengaruhi kepuasan kerja karyawan (Sugiarto, Alhabsji, dan Al-Musadieq, 2001)
2.5 Penelitian Terdahulu
Dari uraian pada landasan teori diatas, maka kerangka konseptual penelitian ini
digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.1. Kerangka Konseptual Penelitian
Kompensasi
Kompensasi Finansial
Kompensasi Non- Financial
Karakteristik Pekerjaan
Otonomi
Variasi Pekerjaan
Identitas Tugas
Signifikan Tugas
Umpan Balik
Kepuasan Kerja
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 8
Hubungan Antara variabel- variabel yang ada pada penelitian ini adalah hubungan
asimetris dimana variabel yang satu ( dimensi dari kompensasi dan karakteristik pekerjaan)
Merupakan Penyebab dari variabel yang lainya (kepuasan Kerja).
2.6 Hipotesis
Berdasarkan kerangka konseptual yang diajukan, maka hipotesis disimpulakan
sebagai berikut :
1. Variabel-variabel bebas dalam kompensasi dan karakteristik pekerjaan bersama- sama
berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Unit Produksi PT.X Palembang.
2. Variabel –variabel bebas dalam kompensasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap
kepuasan kerja karyawan Unit Produksi PT.X Palembang.
3. Variabel- variabel bebas dalam Karakteristik pekerjaan secara bersama-sama berpengaruh
terhadap kepuasan karyawan PT.X Palembang.
III. METODE PENELITIAN
3.1. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang dilakukan adalah penelitian kausalitas, dimana penelitian
dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompensasi yang diberikan perusahan dan karakteristik
yang ditetapakan terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan diunit Produksi PT.X Palembang.
Sedangkan Metode penelitian yang dilakukan adalah metode survey.
3.2. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan diUnit Produksi PT. X
Palembang, baik yang menduduki jabatan struktural maupun fungsional dan level pimpinan/
Staf samapai dengan pelaksana / non staf.
Kelompok Jumlah
-Pimpinan /Staf 491 orang
-Pelaksana 734 orang
Jumlah Karyawan 1.225 orang
Ukuran dari sampel yang akan dijadikan obyek penelitian ditentukan dengan
pendekatan rumusan Slovin dengan persentase sampling error yang ditolerir 10 %. Rumusan
Slovin adalah sebagai berikut :
n = N
1 + N. e2
dimana : n = Ukuran sampel e = Sampling error yang ditolerir atau diinginkan
N = Ukuran populasi
Berdasarkan pendekatan tersebut ,maka jumlah sampel ditetapakan sebanyak 93 ( 37
karyawan staf dan 56 karyawan non staf) karyawan. Sedangkan jumlah sampel pada masingmasing
kelompok ditetapkan proposional sesuai dengan jumlah karyawan pada masing- masing
kelompok (sub populasi).
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 9
Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah teknik probabilitas / acak, dimana
setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
3.3. Variabel Penelitian.
Berdasarkan penjelasan- penjelasan diatas , terdapat 2 variabel yang termasuk dalam
penelitian ini, yaitu variabel independen dan variabel dependen.
Variabel independen meliputi :
1. Kompensasi terdiri dari :
a. Kompensasi finansial (X1), yaitu kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk
finansial, dengan indikator persepsi karyawan tentang gaji, upah, bonus dan tunjangan.
b. Kompensasi non finansial (X2), yaitu kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk
non-finansial, dengan indikator persepsi karyawan tentang promosi jabatan dan
penghargaan.
2. Karakteristik Pekerjaan, terdiri dari :
a. Otonomi (X3), yaitu kebebasan untuk mengendalikan sendiri pelaksanaan tugasnya
berdasarkan uraian dan spesifikasi pekerjaan yang dibebankan kepadanya, dengan
indikator kebebasan dalam merencanakan pekerjaan dan kebebasan dalam
melaksanakan tugas.
b. Variasi perkerjaan (X4), yaitu keterampilan / metode/ cara yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan tugas, keterampilan dan variasi tugas.
c. Identitas tugas (X5), yaitu aktivitas yang dilakukan karyawan dalam merencanakan dan
melaksanakan tugas, dengan indikator tingkat pemahaman prosedur kerja dan tingkat
keterlibatan kerja.
d. Signifkansi tugas (X6), yaitu pentingnya pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan, dengan
indikator dampak pekerjaan terhadap karyawan lain dalam satu departemen dan lain
departemen.
e. Umpan balik (X7), yaitu informasi atau tanggapan mengenai hasil pelaksanaan kerja
karyawan, dengan indikator penerima informasi tentang keberhasilan yang telah dicapai
dan penerimaan informasi tentang kesesuaian pelaksanaan kerja dengan keinginan
atasan, sedangkan variabel dependen adalah Kepuasan kerja (Y) , yaitu perasaan yang
dirasakan karyawan berdasarkan kompensasi yang diterima dan karakteristik
pekerjaannya, dengan indikator kepuasan karyawan terhadap karakteristik karyawan
terhadap karakteristik pekerjaan.
Untuk mengukur variabel yang ada digunakan skala dan teknik pembuatan skala
yang dipakai adalah skala Likert, dengan skala 1 sampai dengan 5. Angka 5 menunjukkan
sangat puas atau dan skala 3 menunjukkan netral, sedangkan skala 1 menunjukkan sangat
tidak puas atau tidak setuju.
3.4. Instrumen Penelitian
Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner
yang berisi butiran-butiran pertanyaan yang berkaitan dengan indikator-indikator yang ada pada
variabel-variabel. Selain itu juga dilakukan studi dokumen, laporan dan data tertulis lainnya.
3.5. Metode Pengumpulan Data
Data yang akan digunakan dalam penelitian sebagaian besar adalah data primer
serta beberapa data sekunder. Data primer yang merupakan data utama yang akan digunakan
untuk analissis, diperoleh langsung dengan menyebarkan kuesioner untuk diisi oleh oleh
responden yang dituju ( target subject). Sedangkan data sekunder yang akan lainnya yang ada
di unit Produksi PT. X Palembang.
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 10
3.6. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel dependen dengan variabel
independen baik secara parsial maupun simultan, maka digunakan metode analisis stastistik,
yaitu teknik analisis regresi linear berganda serta uji F dan t. Adapun model matematika dari
regresi ini adalah sebagai berikut :
Y = a + b1 X1+ b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + b5 X5 + b6X6 + b7 X7
Dimana :
Y = Kepuasan kerja
a = Konstanta
b1 b2 b3 b4b5 b6 b7 = Koefisien Regresi
X1 = Kompensasi finansial
X2 = Kompensasi non finansial
X3 = Otonomi
X4 = Variasi pekerjaan
X5 = Identitas Tugas
X6 = Signifikansi tugas
X7 = Umpan balik
e = Variabel gangguan
IV. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Uji Reliabilitas dan Validitas
Data yang diperoleh telah terlebih dahulu diuji dengan uji Reliabilitas dan validitas.
Hasil Pengujian data-data tersebut memperhatikan bahwa kesempatan penelitian adalah valid
dan reliabel seperti disajikan pada tabel berikut :
Tabel.4.1. Hasil Uji Reliabilitas
No Kode Variabel Hasil Pengukuran(x) Reliabilitas
1. Kompensasi finansial 0,7519 Reliabel
2. Kompensasi non finansial 0,7984 Reliabel
3. Otonomi 0,7321 Reliabel
4. variasi pekerjaan 0,8343 Reliabel
5. Identitas Tugas 0,8109 Reliabel
6. Signifikansi tugas 0,7964 Reliabel
7. Umpan balik 0,7919 Reliabel
Tabel 4.2. Hasil Uji Validitas
No Kode Variabel Hasil Pengukuran Validitas
Kompensasi Finansial
KF1 0,6673 Valid
KF2 0,6399 Valid
KF3 0,6417 Valid
1.
KF4 0,6548 Valid
2. Kompensasi Non Finansial
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 11
KNF1 0,8177 Valid
KNF2 0,8221 Valid
KNF3 0,6984 Valid
KNF4 0,6549 Valid
Otonomi
OT1 0,5472 Valid
OT2 0,6224 Valid
OT3 0,6609 Valid
3.
OT4 0,6644 Valid
Variasi Pekerjaan
VP1 0,8562 Valid
VP2 0,9000 Valid
VP3 0,8649 Valid
4.
VP4 0,8639 Valid
Identitas Tugas
IT1 0,6672 Valid
IT2 0,8765 Valid
5.
IT3 0,7692 Valid
Signifikansi Tugas
ST1 0,7408 Valid
ST2 0,8074 Valid
6.
ST3 0,6672 Valid
Umpan balik
UB1 0,7064 Valid
UB2 0,5739 Valid
UB3 0,8207 Valid
7.
UB4 0,8238 Valid
4.2 Uji Regresi linier Berganda antara Variabel- variabel dalam Kompensasi dan
Variabel –variabel dalam Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja.
Data yang diperoleh dari 93 responden yang telah mengisi kuesioner secara lengkap,
selanjutnya dianalisis dengan hasil pada Tabel 4.3 berikut ini :
Tabel 4.3. Hasil uji regresi linear berganda antara variabel-variabel dalam kompensasi
dan variabel-variabel dalam karakteristik pekerjaan
Terhadap kepuasan kerja
Variabel Koefisien Regresi Beta t terhitung P
Konstanta
X1
X2
X3
X4
X5
0,506
0,144
0,01289
0,262
0,008378
0,120
0,168
0,20
0,253
0,012
0,149
1,015
1,583
0,177
2,479
0,131
1,409
0,313
0,117
0,860
0,015*
0,896
0,163
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 12
X6
X7
0,3468
0218
0,039
0,266
0,435
2,431
0,665
0,017*
R = 0,611 Adj R2 = 0,322 F = 7,230 P = 0,000
Catatan = * signifikansi @ = 0,05
Persamaan regresi untuk mengetimasi variabel terikat dengan menggunakan seluruh
variabel bebas adalah sebagai berikut :
Y= 0,506 + 0,1 = = 89X2 + 0,262X3 + 0,008378 X4 + 0,120 X5 + 0,3468 X6 + 0,218 X7 +
e
Keterangan :
Y = Kepuasan Kerja
X1 = Kompensasi finansial
X2 = Kompensasi non finansial
X3 = Otonomi
X4 = Variasi pekerjaan
X5 = Identitas pekerjaan
X6 = Signifikan tugas
X7 = Umpan balik
e = Error
varibel indenpenden secara Berdasarkan tabel 4.3. terlihat bahwa nilai p(sig.F)=
0,000<0,05, maka ini berarti bahwa berdasarkan hasil penelitian kompensasi finansial, kompensasi non finansial otonomi, variasi pekerjaan, identitas tugas, signifikan tugas dan umpan balik , secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan demikian hipotesis pertama dapat diteriama. Variasi perubahan nilai variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh seluruh variabel independen secara simultan sebesar 32,2 %(Adjusted R Square = 0,322) dan sisanya 67,8 % oleh variabel lain diluar variabel-varibel yang diteliti. Nilai koefisien regresi (R) yang diperoleh positif yaitu 0,611 dapat diartikan bahwa semakin tinggi kompensasi finansial, kompensasi non finansial,otonomi, variasi perkerjaan, identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik, maka semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan, dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya konstan. Dari tujuan variabel bebas, semuanya memiliki hubungan positif dengan varibel terikat.Pengaruh positif(+) menunjukan bahwa kepuasan kerja karyawan Unit Produksi PT X akan berubah atau seirung dengan perubahan-perubahan variabel kompensasi finansial, kompensasi tugas dan umpan balik. Dari tabel 4.3, didapat kan bahwa nilai F secara keseluruhan sebesar 7,230 ,artinya F hitung secara keseluruhan adalah sebesar 7,230 dan dapat dipastikan bahwa F hitung > dari
nilai F tabel (2,703). Ini berarti bahwa seluruh variabel - variabel bebas yang teliti secara
bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat( kepuasan kerja). Selain itu juga terlihat
bahwa seluruh variabel-varibel bebas yang diteliti memang benar – benar mampu menjelaskan
varibel terikat secara bermakana.
4.3. Uji Regresi Linear Berganda antara Variabel- variabel dalam kompensasi terhadap
Kepuasan Kerja.
Data yang diperoleh dari 93 responden yanmg telah mengisi kuesioner secara lengkap
, selanjutnya dianalisis dengan hasil seperti pada tabel 4.4 berikut:
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 13
Tabel 4.4 Hasil Uji Regresi Linear Berganda antara Variabel- variabel dalam
kompensasi terhadap Kepuasan Kerja.
Variabel Koefisien regresi Beta t terhitung P
Konstanta
X1
X2
2,386
0,120
0,162
0,140
0,256
8,371
1,191
2,183
0,000
0,237
0,032*
R = 0,352 Adj R2 = 0,105 F = 6,372 P = 0,003
Catatan = * Signifikansi @ = 0,05
Persamaan regresi untuk mengestimasikan variabel terikat dengan menggunakan variabel
bebas kompensasi adalah sebagai berikut :
Y = 2,386 + 0,120 X1 + 0,0162 X2 + e
Keterangan :
Y = Kepuasan Kerja X2 = Kompensasi non finansial
X1 = Kompensasi finansial e = Standar error
Dari tabel 4.4 terlihat bahwa nilai P (sig. F) =0,003 < 0,05 , ini berarti bahwa berdasarkan hasil penelitian kompensasi finansial dan dan kompensasi non finansial, secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, dengan demikian hipotesis kedua dapat diterima. Variasi perubahan nilai variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh seluruh variabel secra simultan sebesar 10,5 % (Adjusted R Square =0,105) dan sisanya 89,5 % oleh variabel lain diluar variabel-variabel yang diteliti. Nilai koefisien regresi ® yang diperoleh positif yaitu 0,352 dapat diartikan bahwa semakin tinggi kompensasi finansial dan kompensasi non finansial maka semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan, dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya konstan .dari persamaan regresi berganda pada tabel 4.4 diatas dapat diketahui bahwa pengaruh variabel kompensasi terhadap variabel kepuasan kerja memiliki hubungan positif dengan variabel terikat kepuasan kerja. Dari tabel; 4.4 juga didapat nilai F secara keseluruhan sebesar 6,372 artinya F hitung secara keseluruhan adalah sebesar 6,372 dan dapat dipastikan bahwa F hitung > dari nilai F
tabel (2.703). ini berarti bahwa variabel-variabel bebas yang diteliti secara bersama-sama
berpengaruh terhadap variabel terikat (kepuasan kerja). Tingkat kemaknaan yang bernilai 0,003
berararti seluruh variabel bebas maupun menjelaskan variabel terikat secara bermakna.
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 14
4.4. Uji Regresi Berganda antara Variabel-variabel dalam Karakteristik Perkerjaan
Terhadap Kepuasan Kerja.
Data yang diperoleh daria 93 responden yang telah mengisi kuesioner secara
lengkap , dianalisis dengan hasil seperti pada tabel 4.5 berikut ini
Tabel 4.5 Hasil Uji Lineer berganda antara variabel-variabel dalam karakteristik
pekerjaan terhadap kepuasan kerja.
Variabel Koefisien Regresi Beta t terhitung P
Konstanta
X3
X4
X5
X6
X7
0,877
0,270
-0,01422
0,133
0,04725
0,240
0,26
-0,020
0,164
0,053
0,2,293
1.907
2,540
-0,225
1,571
0,589
2,777
0,060
0,013*
0,822
0,120
0,557
0,007*
R = 0,611 Adj R2 = 0,322 F = 7,230 P = 0,000
Catatan = signifikansi @ =0,05
Persamaan regresi untuk mengestimasi variabel terikat dengan menggunakan variabel
bebas karakteristik pekerjaan adalah sebagai berikut:
Y= 0,877 + 0,270 X3 + 0,01422X4 + 0,133X5 + 0,04725 X6 + 0,240 X7 + e
Keterangan:
Y = Kepuasan Kerja
X3 = Otonomi
X4 = variasi Pekerjaan
X5 = Identitas Tugas
X6 = Signifikansi tugas
X7 = Umpan balik
e = Standar error
Dari tabel 4.5 terlihat bahwa nillai p (sig.F) 0,000, 0,05 ,ini berarti bahwa berdasarkan
hasil penelitian variabel karakteristik pekerjaan yang meliputi : otonomi, variasi pekerjaan
,identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik, secara simultan mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, dengan demikian hipotesis ketiga dapat diterima.
Variasi perubahan nilai variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh seluruh
variabel independen secara simultan sebesar 30,6 % (Adjusted R square = 0,306) dan sisanya
69.4 % oleh variabel lain diluar variabel-variabel yang teliti seperti penempatan kerja ,struktur
organisasi perusahan, umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan
pendidikan(Mangkunegara;2000). Kebijakan dan prosedur aplikasi kelompok keja kondisi kerja,
juga merupakan aspek yang mampu mempengaruhi kepuasan kerja (Gibson, et.at dalam
Adiarni 1996)
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 15
Nilai koefisien regresi (R) yang diperoleh posistif yaitu 0,586 dapat diartikan bahwa
semakin tinggi nilai-nilai variabel independen, maka semakin tinggi pula kepuasan kerja
karyawan, dengan asumsi bahwa variabel bebas lainya konstan.
Dari lima variabel bebas diatas, satu variabel memiliki hubungan negatif dengan
variabel tirikat. Pengaruh positif (+) menunjukkan bahwa kepuasan kerja Karyawan unit
Produksi PT X akan berubah atau seiring dengan perubahan-perubahan variabel otonomi,
identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik sedangkan yang berpengaruh negatif (-)
menunjukkan bahwa kepuasan kerja Karyawan Unit Produksi PT. X tidak searah dengan
perubahan variabel variasi pekerjaan.
Didapatkan juga bahwa nilai F secara keseluruhan sebesar 9,116, artinya F Hitung
secara keseluruhan adalah sebesar 9,116, ini berarti bahwa seluruh variabel-variabel bebas
dalam karakteristik pekerjaan yang diteliti secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel
terikat (kepuasan kerja). Tingkat kemaknaan dengan nilai p=0,000 atau p<0,05 berarti seluruh variabel-variabel bebas yang diteliti memang benar mampu menjelaskan variabel terikat secara bermakna. V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Variabel-variabel Kompensasi financial, kompensasi non-finansial, otonomi, variasi pekerjaan, identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik, secara bersama-sama/ serentak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data penelitian dengan menggunakan model regresi linier berganda pada tingkat kemaknaan p=0,000 (p<0,05), F hitung = 7,230 yang lebih besar dari F tabel (2,703) dan nilai koefisien korelasi secara keseluruhan (R) sebesar 0,611 atau 61,1%, yang menunjukkan bahwa kompensasi dan karakteristik pekerja berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja. 2. Koefisien determinasi (Adj R2)= 0,322, menunjukkan bahwa variabel kompensasi dan karakteristik pekerjaan hanya mampu menjelaskan variabel terikat kepuasan kerja karyawan sebesar 32,2%. Ini berarti bahwa faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan Unit Produksi PT. X sebesar 67,8%. 3. Variabel-variabel dalam kompensasi yaitu kompensasi finansial dan kompensasi non financial secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data penelitian dengan menggunakan model regresi linier berganda pada tingkat kemaknaan p=0,003 (p<0,05), F hitung = 6,372 yang lebih besar dari F Tabel (2,703) dan nilai Koefisien Korelasi secara keseluruhan (R) sebesar 0,352 atau 35,2%, menunjukkan bahwa variabel dalam kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. 4. Variabel-variabel dalam karakteristik pekerjaan yaitu otonomi, variasi pekerjaan, identitas tugas, signifikansi tugas dan umpan balik secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data penelitian dengan menggunakan model regresi linier berganda pada tingkat kemaknaan p=0,000 (p<0,05), F hitung = 9,116 yang lebih besar dari F tabel (2,709) dan nilai koefisien korelasi secara keseluruhan (R) sebesar 0,586 atau 58,6%, menunjukkan bahwa variabel dalam karakteristik pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. 5. Variabel otonomi dan umpan balik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan unit produksi PT. X serta variabel otonomi merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT.X. Hal ini terlihat dari nilai p (kemaknaan) dari variabel bebas otonomi dan umpan balik terhadap kepuasan kerja yang besarnya masing-masing 0,015 dan 0,017, yang berarti p<0,05. Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 16 6. Variabel-variabel kompensasi financial, kompensasi non financial, variabel pekerjaan, identitas tugas dan signifikansi tugas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Unit Produksi PT. X. Hal ini terlihat dari nilai P (kemaknaan) dari variabel-variabel tersebut yang besarnya masing-masing > 0,05.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka terdapat beberapa hal yang dapat
disarankan antara lain:
1. Dalam usaha meningkatkan kepuasan kerja karyawan unit produksi PT. X, maka
manajemen unit produksi PT. X harus benar-benar memperhatikan variabel-variabel
yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X. hal ini dapat
dilakukan dengan melakukan penelitian secara berkala, sehingga dengan demikian
perusahaan dapat dengan cepat mengantisipasi dan memperbaiki factor-faktor yang
diketahui sebagai penyebab penurunan kepuasan kerja karyawan unit produksi.
2. Variabel otonomi dan umpan balik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X. Bredasarkan hal tersebut, maka
manajemen unit produksi PT. X perlu lebih memberikan keleluasaan / kebebasan
kepada para karyawan dalam hal merencanakan dan mengendalikan sendiri
pelaksanaan tugasnya, sepanjang sesuai dengan uraian dan spesifikasi pekerjaan
yang dibebankan kepadanya serta tujuan perusahaan tercapai. Selain itu manajemen
unit produksi PT. X, Khususnya para pemimpin, juga perlu lebih memberikan umpan
balik terhadap pelaksanaan pekerjaan yang telah selesai dilakukan. Hal ini dapat
berupa bimbingan, petunjuk, pengarahan, perhatian, tanggapan dan mungkin juga
pujian terhadap pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan.
3. Walaupun variabel-variabel kompensasi financial, kompensasi non finansial, variasi
pekerjaan, identitas tugas dan signifikansi tugas tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X, Manajemen unit
Produksi PT. X tetap perlu memperhatikan variabel-variabel tersebut guna tercapainya
kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X.
4. Walaupun penelitian ini telah dilakukan seoptimal mungkin, namun peneliti menyadari
bahwa hasil penelitian ini masih belum dapat dikatakan sempurna. Untuk melengkapi
kekurangan dan kelemahan dalam penelitian ini, disarankan untuk dilakukan penelitian
sejenis dengan menggunakan alat ukur yang lebih baik, serta dengan mencari variabelvariabel
lain yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di unit produksi PT. X,
seperti kepemimpinan, kondisi kerja, struktur organisasi perusahaan, kemampuan /
pendidikan karyawan dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto (1998). Prosedur Penelitian. Cetakan kesebelas, penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.
As’ad, Moh. (1998). Psikologi Industri. Edisi kelima, liberty, Yogyakarta.
Davis, K. & Newstrom, J.W. (1996). Perilaku dalam organisasi. Ahli bahasa Agus Dharma, Edisi
kedua, jilid -1, Erlangga, Jakarta.
Dessler, G. (2000). Human Resource Management. Eighth Edition, Prentice Hall International
Inc., USA.
Gomolski, B.C. (1998). Technies Want More Than Pay. Journal of Computerworld, 11, 49-50.
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 1 No. 2, Oktober 2003 17
Hagemen, Gisela, (1993). Motivasi untuk Pembinaan Organisasi. Penerbit PT. Pustaka
Binaman Pressindo, Jakarta.
Hariandja, M.T.E. (2002). Manajemen SDM: Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian
dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Jakarta.
Indrawijaya, Adam Ibrahim, (2000). Perilaku Organisasi. Penerbit Sinar Baru, Bandung.
Mangkunegara, A.P. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama, Rosda,
Bandung.
Meilan Sugirato, Taher Alhabsy, Al-Musadieq, (2001). Pengaruh Kompensasi dan Karakteristik
pekerjaan terhadap kepuasan kerja. Wacana, Vol. 4 No. 1 Juli 2001, Surabaya
Muhammad Choiri, Bambang Swasto, Al-Musadieq, (2001). Faktor Individu dan Faktor
Lingkungan sebagai Pembentuk Perilaku Kerja. Wacana, Vol. 1 Juli 2000, Surabaya.
Mondy, R.W. & Noe, R.M. (1993). Human Resource Management. Sixth Edition, Allyn & Bacon
Inc, USA.
Nimran, Umar, (1993). Perilaku Organisasi. Cetakan Pertama, CV. Astramedia, Surabaya
Robbin, Stephen P. (2001). Perilaku Organisasi. Konsep Kontroversi, Aplikasi. Edisi
Bahasa Indonesia, Jilid 1, Alih bahasa Hadyana Pujaatmaka Benjamin Molan, PT.
Prenhallindo, Jakarta.
Siagian, S.P. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi kesatu, cetakan kedelapan,
Bumi Aksara, Jakarta.
Suwardi, M. (2002) Pengaruh Kepemimpinan dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja
Pegawai Dispenda. Tesis MM Unsri.
Thoha, Miftah, (2001). Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Penerbit PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
Umar, Husein, (1999). Riset Sumber Daya Manusia dalam organisasi. Edisi revisi dan
perluasan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Weldon, D (1999). Money Still Talks. Journal of Computerworld, 33, 46.
Wexley, K.N. & Yuki, G.A. (1992). Perilaku Organisasi dan Psikologi Perusahaan. Rineka Cipta,
Jakarta.
Winardi, J. (2001). Motivasi dan pemotivasian dan Manajemen. Edisi 1, cetakan 1, PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta.

Selasa, 12 April 2011

Strategi Pemasaran

Selain itu beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil yaitu sebagai berikut
1. Konsistensi
Dengan adanya konsistensi terhadap semua area marketingnya, dapat membantu mengurangi biaya marketing dan meningkatkan efektivitas penciptaan merek.
2. Perencanaan
Perencanaan konsep marketing yang akan dijalankan usaha kecil sangat mempengaruhi banyaknya pelanggan yang diperoleh. Oleh karena itu luangkan waktu untuk merencanakan strategi marketing, anggaran marketing, serta konsep lainnya yang berhubungan dengan pemasaran.
3. Strategi
Strategi merupakan dasar untuk kelanjutan kegiatan marketing yang telah direncanakan, misalnya siapa target pasar, bagaimana usaha kecil membidik pelanggan, dan bagaimana cara menjaga konsumen yang ada sebagai pelanggan tetap.
4. Target Market
Mendefinisikan secara tepat pangsa pasar yang dituju, dengan memilih satu atau lebih dari segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar yang jelas akan membuat konsep marketing lebih mudah dilaksanakan.
5. Anggaran
Menghitung anggaran marketing merupakan bagian yang berat dan membutuhkan keakuratan hasil hitungan. Dari anggaran yang dibuat, dapat dipersipkan dana yang akan dibutuhkan untuk pemasaran. Biasanya usaha kecil membuat anggaran dengan tidak terlalu akurat, sehingga terjadi pemborosan.
6. Marketing Mix
Marketing Mix biasanya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat, dan promosi. Sebagai pengusaha kecil, perlu memutuskan dengan spesifik produk (atau jasa), harga yang sesuai, dimana dan bagaimana Anda akan mendistribusikan produk Anda, dan bagaimana orang lain dapat mengetahui tentang produk yang ditawarkan.
7. Website
Saat ini bisnis apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena hampir 60% konsumen datang dari informasi dari internet. Sehingga informasi produk melalui
website pun sangat mendukung peningkatan jumlah pelanggan yang tertarik dengan produk Anda.
8. Branding
Branding adalah bagaimana konsumen menerima produk dan perusahaan yang membuat produk tersebut. Terkadang usaha kecil selalu melupakan kebutuhan brand atau pengenalan gambar, logo, bahkan produk yang usaha kecil hasilkan.
9. Promosi dan iklan
Promosi dan iklan merupakan konsep marketing yang harus dipertimbangkan pada berbagai bsnis dan produk, termasuk pada usaha kecil. Promosi dan iklan yang baik akan menghasilkan pengakuan brand yang efektif hingga mampu meningkatkan penjualan.
10. Customer Relationship Management
Pengelolaan hubungan dengan pelanggan yang tepat menjadi salah satu hal penting untuk menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten. Misalnya saja dengan membuat kartu membership, dan memberikan potongan harga tertentu bagi para member.
Ingat, bahkan sebuah usaha bisa hancur jika strategi pemasaran yang diterapkan tidak tepat. Oleh karena itu, review kembali konsep pemasaran dan rencana strategi pemasaran Anda, agar usaha Anda dapat berkembang lebih cepat dan tepat.

Minggu, 03 April 2011

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli

Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Keputusan membeli pada dasarnya berkaitan dengan “mengapa” dan “bagaimana” tingkah laku konsumen

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli:

a. Kebudayaan
Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.
b. Kelas sosial
Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu, misal tingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal
c. Kelompok referensi kecil
Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll
d. Keluarga
lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:
• Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.
• Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.
• Siapa yang melakukan pembelian.
• Siapa pemakai produknya.
e. Pengalaman
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya
f. Kepribadian
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk beringkah laku
g. Sikap dan kepercayaan
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya
h. Konsep diri
Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.



Macam-Macam Situasi Pembelian
Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen dalam pembeliannya dapat berbeda-beda. Menurut Howard, pembelian konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah, dan terdapat tiga macam situasi:
1. Perilaku Responsi Rutin
Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.
2. Penyelesaian Masalah Terbatas
Pembelian yang lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli
3. Penyelesaian Masalah Ekstensif
Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya



Struktur Keputusan Membeli
Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur yang mencakup beberapa komponen:
1. Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.
2. Keputusan tentang bentuk produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.
3. Keputusan tentang merk
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.
4. Keputusan tentang penjualnya
Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.
5. Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.
6. Keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.
7. Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.



Tahap-tahap dalam Proses Pembelian
1. Menganalisa Keinginan dan Kebutuhan
Penganalisaan keinginan dan kebutuhan ini ditujukan terutama untuk mengetahui adanya keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi atau terpuaskan
2. Menilai Sumber-sumber
Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan dengan lamanya waktu dan jumlah uang yang tersedia untuk membeli.
3. Menetapkan Tujuan Pembelian
Tahap ketika konsumen memutuskan untuk tujuan apa pembelian dilakukan, yang bergantung pada jenis produk dan kebutuhannya
4. Mengidentifikasikan Alternatif Pembelian
Tahap ketika konsumen mulai mengidentifikasikan berbagai alternatif pembelian
5. Keputusan Membeli
Tahap ketika konsumen mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Jika dianggap bahwa keputusan yang diambil adalah membeli, maka pembeli akan menjumpai serangkaian keputusan menyangkut jenis produk, bentuk produk, merk, penjual, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayarannya
6. Perilaku Sesudah Pembelian
Tahap terakhir yaitu ketika konsumen sudah melakukan pembelian terhadap produk tertentu.

Rabu, 01 Desember 2010

Strategi pemasaran

Selain itu beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil yaitu sebagai berikut
1. Konsistensi
Dengan adanya konsistensi terhadap semua area marketingnya, dapat membantu mengurangi biaya marketing dan meningkatkan efektivitas penciptaan merek.
2. Perencanaan
Perencanaan konsep marketing yang akan dijalankan usaha kecil sangat mempengaruhi banyaknya pelanggan yang diperoleh. Oleh karena itu luangkan waktu untuk merencanakan strategi marketing, anggaran marketing, serta konsep lainnya yang berhubungan dengan pemasaran.
3. Strategi
Strategi merupakan dasar untuk kelanjutan kegiatan marketing yang telah direncanakan, misalnya siapa target pasar, bagaimana usaha kecil membidik pelanggan, dan bagaimana cara menjaga konsumen yang ada sebagai pelanggan tetap.
4. Target Market
Mendefinisikan secara tepat pangsa pasar yang dituju, dengan memilih satu atau lebih dari segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar yang jelas akan membuat konsep marketing lebih mudah dilaksanakan.
5. Anggaran
Menghitung anggaran marketing merupakan bagian yang berat dan membutuhkan keakuratan hasil hitungan. Dari anggaran yang dibuat, dapat dipersipkan dana yang akan dibutuhkan untuk pemasaran. Biasanya usaha kecil membuat anggaran dengan tidak terlalu akurat, sehingga terjadi pemborosan.
6. Marketing Mix
Marketing Mix biasanya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat, dan promosi. Sebagai pengusaha kecil, perlu memutuskan dengan spesifik produk (atau jasa), harga yang sesuai, dimana dan bagaimana Anda akan mendistribusikan produk Anda, dan bagaimana orang lain dapat mengetahui tentang produk yang ditawarkan.
7. Website
Saat ini bisnis apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena hampir 60% konsumen datang dari informasi dari internet. Sehingga informasi produk melalui website pun sangat mendukung peningkatan jumlah pelanggan yang tertarik dengan produk Anda.
8. Branding
Branding adalah bagaimana konsumen menerima produk dan perusahaan yang membuat produk tersebut. Terkadang usaha kecil selalu melupakan kebutuhan brand atau pengenalan gambar, logo, bahkan produk yang usaha kecil hasilkan.
9. Promosi dan iklan
Promosi dan iklan merupakan konsep marketing yang harus dipertimbangkan pada berbagai bsnis dan produk, termasuk pada usaha kecil. Promosi dan iklan yang baik akan menghasilkan pengakuan brand yang efektif hingga mampu meningkatkan penjualan.
10. Customer Relationship Management
Pengelolaan hubungan dengan pelanggan yang tepat menjadi salah satu hal penting untuk menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten. Misalnya saja dengan membuat kartu membership, dan memberikan potongan harga tertentu bagi para member.
Ingat, bahkan sebuah usaha bisa hancur jika strategi pemasaran yang diterapkan tidak tepat. Oleh karena itu, review kembali konsep pemasaran dan rencana strategi pemasaran Anda, agar usaha Anda dapat berkembang lebih cepat dan tepat.

Inovasi

Beberapa praktek inovasi yang paling sederhana dimulai dari:

(1) inovasi kemasan, di mana sentuhan pembaharuan
dilakukan kepada aspek kemasan, namun isi sama, dengan tujuan
untuk meningkatkan daya tarik (attractiveness), sehingga secara
visual akan cukup kompetitif, bila dipajang berjejer dengan para
pesaing. Kemasan yang atraktif juga dapat menjadi elemen promosi
yang efektif.

(2) Inovasi produk, dengan melakukan pengembangan
produk baru, baik yang berbasis dari produk yang sudah ada
ataupun produk yang baru. Kita bisa melihat bagaimana produsen
kacang seperti Garudafood berinovasi tidak hanya dengan varian
produk kacangnya, namun juga dengan melahirkan jelly, permen,
bahkan nasi instant. Inovasi memang bukan hanya bertujuan untuk
melahirkan sesuatu yang baru bagi pelanggan yang sudah ada,
tetapi juga dapat dilakukan untuk melahirkan produk yang disasarkan
untuk segmen lain atau pasar yang baru (new product for new
market). Mengapa tidak membuat kopi instant yang diformulasi dan
dikemas untuk anak muda? Lahirlah Nescafe Ice, Good Day, dan
sebagainya.

(3) Inovasi tempat, yakni tempat di mana kita menjual agar
lebih atraktif dan ‘catchy’ (menarik pandangan), kita bisa lihat
bagaimana kios ala Danone yang tersebar dimana-mana. Bahkan, di
dalam supermarket pun, semua produsen berlomba manata rak dan
cara mendisplay produknya.
Memang, kita sudah masuk era hiperkompetisi, persaingannya
sangat ketat. Bila kita merasakannya sebagai konsumen, maka kita
pun sadar bahwa kita mahluk pembosan, selalu ingin yang baru,
selalu ingin yang berbeda, selalu ingin yang lain daripada yang
sebelumnya. Jadi mau tak mau, inovasi memang harus secara
kontinyu dilakukan, tak ada pilihan.
Kiat sukses wirausaha :

Pertama:Menilai kemampuan Pribadi

Pikirkan tentang bakat kepribadian yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam berbisnis. Apa yang telah kita miliki, apa keahlian kita, apa motivasi kita, kesigapan apa
yang ada pada diri kita.
Anda pernah baca artikel mengenai pembuat TAS yang berhasil dari Tajur, Bogor. Sebelumnya dia adalah pengrajin sepatu dan sempat dikirim kePerancis oleh perusahaanya tempat bekerja. Namun ternyata diPerancis dia lebih tertarik dengan bermacam-macam tas yang ada dietalase toko-toko yang ada di Perancis. Setelah pulang dari Perancis. Bukannya membuat sepatu diperusahaan tempatnya bekerja, malah dengan ketekatannya, beliau keluar dari perusahaan dan membuat kerajinan Tas sendiri, seperti apa yang ia idam-idamkan. Setelah dipasarkan kesana kemari showroomnya di Bogor setiap Sabtu dan Minggu berjubel peminatnya.
, sekarang Dengan berbekal keahlian, motivasi, kemauan maka itu merupakan modal untuk memulai mengembangkan usaha. Jadi kalau ingin memilih usaha yang tepat, maka mulailah usaha dari apa yang anda miliki.

Kedua: Bagaimana Mencari Peluang Usaha

Peluang usaha sangat banyak disekitar kita. Mulai dari usaha bermodal dengkul sampai usaha yang memerlukan modal tidak sedikit. Dari usaha jual obat dipinggir jalan sampai jual obat di mall dan apotek. Jadi janganlah Anda berpikir saya belum berusaha karena belum ada peluang. Padahal pada umumnya dikarenakan Anda tidak siap atau tidak sigap.
Untuk mudahnya, marilah kita lihat disekitar keliling kita sumber-sumber peluang usaha untuk kita kenali, pelajari dan kita kembangkan lebih lanjut, sehingga kita mempunyai beberapa pilihan usaha yang kita minati dan sesuai kemampuan kita.

Beberapa Sumber Peluang Usaha misalnya :

Buku daftar telepon. Biasa juga disebut buku kuning yang memuat daftar produk atau jasa yang berhubungan dengan usaha kecil. Misalnya Anda berminat dengan perkebunan, maka Anda akan mendapatkan semua klasifikasi yang berhubungan dengan berkebun seperti jenis bunga, arsitek penataan kebun, obat-obatan untuk tanaman dll. Buat daftar mana saja yang Anda sukai.

pura-pura membeli, menawar, memuji keindahannya, komentar kok pelanggannya banyak dlsb
Kunjungi Toko Buku. Toko buku selain tempat untuk membeli berbagai buku bacaan atau keperluan sekolah. Namun banyak juga toko buku yang menjual buku berbagai ide usaha. Coba anda lihat-lihat atau minta catalog buku. Mungkin saja ada buku yang memberi ide usaha untuk Anda lakukan. Untuk mudahnya agar tidak semua buku Anda borong, sebaiknya catat saja dahulu judul-judul yang memberikan ide usaha kepada Anda. jika Anda sudah menyeleksi dan mempunyai beberapa pilihan yang paling mendekati keinginan Anda, barulah dibeli.

Teman atau kenalan. Bersilahturahmi kepada teman-teman adalah pekerjaan yang baik sekali dan dianjurkan oleh agama islam. Beritahu mereka tentang minat Anda mencari produk atau usaha tertentu. Tanyakan pada mereka apa yang mereka lakukan. Kalau mereka bergelut dalam dunia bisnis tanyakan bagaimana kondisi terakhir dunia perbisnisan, tanyakan bagaimana mereka memulai bisnis, bagaimana rencana masa depan , bagaimana mereka menilai kebutuhan pasar. Jika usaha yang Anda minati ada diantara mereka, cobalah dekati mereka lebih dalam, misalnya ajak mereka makan siang atau malam, bertamu kerumahnya, berkunjung ketempat usahanya dll.

Masih banyak sumber-sumber informasi peluang yang bisa Anda jajaki, misalnya perpustakaan, distributor, pedagang grosir, pasar, mall, pelanggan dari suatu perusahaan, berbagai ekspor/import, jasa informasi produk lisensi, internet, pameran, bazar, seminar, supermarket dll.
Ingat, agar usaha mencari peluang usaha ini tidak sia-sia, maka setiap ada jenis usaha, jasa atau produk yang Anda temui dan minati, semua itu harus dicatat. Kemudian suatu saat kita lakukan beberapa ketentuan atau kriteria untuk segera mengambil keputusan yang paling tepat atau mendekati pilihan Anda. Tanpa Anda melakukan ini, maka Anda akan terjebak terus untuk mencari peluang usaha. Sehingga jika bertemu teman lama, Anda masih berstatus PENGANGGURAN. Dan kalau Anda ditanya Anda selalu berkata "Saya belum mendapat PELUANG", belum ada usaha yang COCOK dan berbagai alasan lainnya..


Ketiga: Kriteria Memilih Peluang Usaha

Jika Anda sudah mempunyai daftar beberapa peluang usaha yang sudah Anda survey dengan baik. Maka sudah waktunyalah Anda untuk menentukan pilihan usaha apa yang akan Anda lakukan.
Sebelum Anda menentukan peluang usaha apa, maka cobalah beberapa kriteria analisis ini disimak dahulu untuk memudahkan peluang usaha mana yang akan Anda pilih :
Analisa Modal. Berapa besar modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut. Berapa modal yang Anda miliki. Kalau masih kurang, adakah modal lain.
Analisa Penghasilan. Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha tersebutBerapa besar kebutuhan hidup Anda. Kalau masih kurang, masih bisakah cari
tambahan lain.
Analisa Sektor Usaha. Apakah sektor ini merupakan salah satu keinginan Anda. Beri urutan, dimana usaha yang paling Anda minati diurutan atas.
Analisa Jam Kerja. Apakah usaha ini akan menyita habis waktu Anda dan keluarga Anda. Atau waktunya normal (jam 08 s/d jam 17), atau waktunya bisa Anda atur sendiri. Tujuh hari atau lima hari seminggu atau terserah Anda untuk mengaturnya berapa hari perminggu.
Analisa prospek. Pelajari keadaan usaha sejenis tersebut saat ini dan masa depan. Dari sekian daftar usaha, mana yang paling memberikan prospek baik saat ini maupun masa depan.
Dan masih banyak lagi ktritea lain yang Anda sendiri bisa tentukan. Setelah itu buatlah daftar peluang usaha apa saja yang Anda temukan sesuai dengan kemampuan diri Anda.

Keempat: Pilihan Terakhir

Setelah Anda mempunyai urutan atau score/nilai daftar beberapa peluang usaha. Kemudian pilihlah 3 (tiga) peluang mana yang paling sesuai memenuhi kondisi, minat, kemampuan dan kesigapan Anda.
Sebelum penentuan pemilihan terakhir, cobalah periksa kembali kriteria dari setiap pilihan. Tanyakan kepada beberapa teman, mintalah pendapatnya dari ketiga usaha tersebut mana yang paling cocok buat Anda dan beserta alasan.

Selasa, 30 November 2010

kiat sukses wirausaha

PERTAMA, MENILAI KEMAMPUAN PRIBADI

Pikirkan tentang bakat kepribadian yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam berbisnis. Apa yang telah kita miliki, apa keahlian kita, apa motivasi kita, kesigapan apa yang ada pada diri kita.

Anda pernah baca artikel mengenai pembuat TAS yang berhasil dari Tajur, Bogor. Sebelumnya dia adalah pengrajin sepatu dan sempat dikirim kePerancis oleh perusahaanya tempat bekerja. Namun ternyata diPerancis dia lebih tertarik dengan bermacam-macam tas yang ada dietalase toko-toko yang ada di Perancis. Setelah pulang dari Perancis. Bukannya membuat sepatu diperusahaan tempatnya bekerja, malah dengan ketekatannya, beliau keluar dari perusahaan dan membuat kerajinan Tas sendiri, seperti apa yang ia idam-idamkan. Setelah dipasarkan kesana kemari, sekarang showroomnya di Bogor setiap Sabtu dan Minggu berjubel peminatnya.

Dengan berbekal keahlian, motivasi, kemauan maka itu merupakan modal untuk memulai mengembangkan usaha. Jadi kalau ingin memilih usaha yang tepat, maka mulailah usaha dari apa yang anda miliki.

KEDUA, BAGAIMANA MENCARI PELUANG USAHA

Peluang usaha sangat banyak disekitar kita. Mulai dari usaha bermodal dengkul sampai usaha yang memerlukan modal tidak sedikit. Dari usaha jual obat dipinggir jalan sampai jual obat di mall dan apotek. Jadi janganlah Anda berpikir saya belum berusaha karena belum ada peluang. Padahal pada umumnya dikarenakan Anda tidak siap atau tidak sigap.

Untuk mudahnya, marilah kita lihat disekitar keliling kita sumber-sumber peluang usaha untuk kita kenali, pelajari dan kita kembangkan lebih lanjut, sehingga kita mempunyai beberapa pilihan usaha yang kita minati dan sesuai kemampuan kita.

Beberapa sumber peluang usaha misalnya :

Buku daftar telepon. Biasa juga disebut buku kuning yang memuat daftar produk atau jasa yang berhubungan dengan usaha kecil. Misalnya Anda berminat dengan perkebunan, maka Anda akan mendapatkan semua klasifikasi yang berhubungan dengan berkebun seperti jenis bunga, arsitek penataan kebun, obat-obatan untuk tanaman dll. Buat daftar mana saja yang Anda sukai.

Koran & Majalah. Anda dapat berlangganan koran atau tabloid yang sering menginformasikan berbagai ide dan peluang usaha, dan juga iklan-iklan yang menawarkan kerja sama dll. Jika Anda membacanya, pikirkanlah peluang bisnis yang ada atau kecenderungan usaha yang mungkin dapat Anda kembangkan lagi.

Hobi & bepergian. Kapan saja Anda bepergian lihat sekeliling dimana Anda berada. Toko-toko pakaian, makanan, bengkel, kerajinan, mebel dan lain sebagainya. Jika Anda menemui sesuatu yang menarik, cobalah Anda tanya dan berdiskusi dengan pemilik usaha tersebut, darimana produknya disuplai, apa usahanya cukup maju, apakah barang yang Anda lihat banyak peminat atau tidak dll. Tehnik bertanyanya terserah Anda, apa pura-pura membeli, menawar, memuji keindahannya, komentar kok pelanggannya banyak dlsb.

Kunjungi Toko Buku. Toko buku selain tempat untuk membeli berbagai buku bacaan atau keperluan sekolah. Namun banyak juga toko buku yang menjual buku berbagai ide usaha. Coba anda lihat-lihat atau minta catalog buku. Mungkin saja ada buku yang memberi ide usaha untuk Anda lakukan. Untuk mudahnya agar tidak semua buku Anda borong, sebaiknya catat saja dahulu judul-judul yang memberikan ide usaha kepada Anda. jika Anda sudah menyeleksi dan mempunyai beberapa pilihan yang paling mendekati keinginan Anda, barulah dibeli.

Teman atau kenalan. Bersilahturahmi kepada teman-teman adalah pekerjaan yang baik sekali dan dianjurkan oleh agama islam. Beritahu mereka tentang minat Anda mencari produk atau usaha tertentu. Tanyakan pada mereka apa yang mereka lakukan. Kalau mereka bergelut dalam dunia bisnis tanyakan bagaimana kondisi terakhir dunia perbisnisan, tanyakan bagaimana mereka memulai bisnis, bagaimana rencana masa depan , bagaimana mereka menilai kebutuhan pasar. Jika usaha yang Anda minati ada diantara mereka, cobalah dekati mereka lebih dalam, misalnya ajak mereka makan siang atau malam, bertamu kerumahnya, berkunjung ketempat usahanya dll.

Masih banyak sumber-sumber informasi peluang yang bisa Anda jajaki, misalnya perpustakaan, distributor, pedagang grosir, pasar, mall, pelanggan dari suatu perusahaan, berbagai ekspor/import, jasa informasi produk lisensi, internet, pameran, bazar, seminar, supermarket dll.

Ingat, agar usaha mencari peluang usaha ini tidak sia-sia, maka setiap ada jenis usaha, jasa atau produk yang Anda temui dan minati, semua itu harus dicatat. Kemudian suatu saat kita lakukan beberapa ketentuan atau kriteria untuk segera mengambil keputusan yang paling tepat atau mendekati pilihan Anda. Tanpa Anda melakukan ini, maka Anda akan terjebak terus untuk mencari peluang usaha. Sehingga jika bertemu teman lama, Anda masih berstatus PENGANGGURAN. Dan kalau Anda ditanya Anda selalu berkata "Saya belum mendapat PELUANG", belum ada usaha yang COCOK dan berbagai alasan lainnya..


KETIGA, KRITERIA MEMILIH PELUANG USAHA

Jika Anda sudah mempunyai daftar beberapa peluang usaha yang sudah Anda survey dengan baik. Maka sudah waktunyalah Anda untuk menentukan pilihan usaha apa yang akan Anda lakukan.

Sebelum Anda menentukan peluang usaha apa, maka cobalah beberapa kriteria analisis ini disimak dahulu untuk memudahkan peluang usaha mana yang akan Anda pilih :

Analisa Modal. Berapa besar modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut. Berapa modal yang Anda miliki. Kalau masih kurang, adakah modal lain.

Analisa Penghasilan. Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha tersebut. Berapa besar kebutuhan hidup Anda. Kalau masih kurang, masih bisakah cari tambahan lain.

Analisa Sektor Usaha. Apakah sektor ini merupakan salah satu keinginan Anda. Beri urutan, dimana usaha yang paling Anda minati diurutan atas.

Analisa Jam Kerja. Apakah usaha ini akan menyita habis waktu Anda dan keluarga Anda. Atau waktunya normal (jam 08 s/d jam 17), atau waktunya bisa Anda atur sendiri. Tujuh hari atau lima hari seminggu atau terserah Anda untuk mengaturnya berapa hari perminggu.

Analisa prospek. Pelajari keadaan usaha sejenis tersebut saat ini dan masa depan. Dari sekian daftar usaha, mana yang paling memberikan prospek baik saat ini maupun masa depan.

Dan masih banyak lagi ktritea lain yang Anda sendiri bisa tentukan. Setelah itu buatlah daftar peluang usaha apa saja yang Anda temukan sesuai dengan kemampuan diri Anda.

KEEMPAT. PILIHAN TERAKHIR.

Setelah Anda mempunyai urutan atau score/nilai daftar beberapa peluang usaha. Kemudian pilihlah 3 (tiga) peluang mana yang paling sesuai memenuhi kondisi, minat, kemampuan dan kesigapan Anda.

Sebelum penentuan pemilihan terakhir, cobalah periksa kembali kriteria dari setiap pilihan. Tanyakan kepada beberapa teman, mintalah pendapatnya dari ketiga usaha tersebut mana yang paling cocok buat Anda dan beserta alasan.